SAMARINDA. Kodim 0901/Samarinda menggelar kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 di 2019 ini. Kali ini program TMMD dipusatkan di Kecamatan Sungai Kunjang.
Program TMMD tersebut dimulai dengan upacara pembukaan di Lapangan Alba, Loa Bakung, dipimpin Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sebagai inspektur upacara, Selasa (9/7). Upacara juga dihadiri Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono, Dandim 0901/Samarinda Letkol Inf M Bahrodin, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, Sekretaris Kota (Sekkot) Sugeng Chairuddin hingga unsur Muspida, Muspika dan ratusan elemen masyarakat.
Selain acara pembukaan TMMD, masyarakat juga diajak untuk berpartisipasi dengan digelarnya bazar sembako murah, cek kesehatan dan sunat massal gratis bagi warga sekitar. Tak hanya itu, warga juga dihibur dengan acara kesenian daerah.
Bahrodin mengungkapkan, TMMD ke-105 tahun 2019 ini digelar dengan tema “Bersama TMMD Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat".
TMMD akan digelar selama 30 hari, mulai 10 Juli dan berakhir 8 Agustus 2019, dengan berbagai sasaran kegiatan.
“Untuk sasaran fisiknya, adalah pengerasan jalan. Tepatnya di Jalan Rapak Indah, RT 41, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang. sepanjang 1.000 meter, dengan lebar 7 meter. Setelah selesai, jalan ini akan terhubung dengan Jalan Takwa yang ada di Kelurahan Lok Bahu. Jalan ini awalnya terputus, lantaran jalan yang tertutup dan tidak dapat ditembus warga di dua kelurahan tersebut," paparnya.
Bahrodin juga menguraikan sasaran lain, yakni perbaikan 1 unit rumah. Kemudian pembangunan poskamling sebanyak 2 unit, serta renovasi musala.
“Untuk anggarannya dari Pemerintah Kota Samarinda. Pelaksana di lapangan, dikerjakan oleh TNI sebanyak 150 personel bersama masyarakat sekitar, ” terangnya.
Dipilihnya lokasi TMMD, berawal dari kondisi banjir yang sempat merendam berbagai kawasan di Kota Samarinda. Selain itu, lokasi TMMD sebenarnya adalah lokasi relokasi yang diperuntukkan bagi warga yang tinggal di Bantaran Sungai Mahakam di tahun 1999 lalu.
Sayangnya, karena minimnya akses dan kurangnya pemerataan pembangunan di daerah tersebut, sehingga tanah itu tidak diminati warga untuk membangun. Meski tanah itu saat ini sudah menjadi milik warga bantaran.
"Kondisi di sini tanah rawa. Sehingga kurang diminati para pemilik tanah. Bahkan ada beberapa kapling tanah yang sudah berpindah tangan karena dijual pemilik asalnya. Saat daerah ini dipilih menjadi lokasi TMMD, harga tanah yang awalnya Rp 25 ribu per meter, saat ini dari informasi yang kita dengar sudah Rp 150 ribu per meternya," ungkap Bahrodin.
Selama digelarnya pra TMMD beberapa pekan lalu, proses pengerjaan sudah mencapai 40 persen. Ditargetkan dalam 1 bulan ke depan pengerasan jalan akan selesai. Dan kendala terberat yang dihadapi adalah cuaca.
"Beberapa hari ini cuaca bagus, segala permasalahan alat berat dan bahan bangunan sudah tidak ada kendala. Dan target kita dalam sehari 20 hingga 25 meter pengerjaan," terangnya.
Sementara, dalam sambutannya Jaang mengajak semua elemen berpartisipasi aktif terhadap pembangunan di daerah termasuk melalui program TMMD.
“Ini luar biasa. Di tengah upaya kita mengatasi persoalan pemerataan pembangunan, TNI selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Tidak ketinggalan upaya untuk terus mengedukasi masyarakat tentang nasionalisme, tentang ancaman terorisme dan radikalisme, serta bahaya narkoba, khususnya para pemuda generasi penerus bangsa,” paparnya.
Para pemuda dan anak-anak bangsa harus terus dibangun karakternya. Diharapkan mereka menjadi generasi yang mempunyai karakter yang baik, toleran, berjiwa sosial, peduli terhadap lingkungan serta selalu menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran.
“Ini sangat penting dan strategis di tengah berbagai persoalan kebangsaan kita dewasa ini. Jadi, TMMD bukan semata membangun sarana fisik semata. Tapi, dalam TMMD juga membangun semangat kebersamaan dan kegotong royongan di tengah masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi,” pungkas Jaang. (adv/kis/rin)