DALAM mendukung kemajuan pendidikan, diperlukan peran serta sekolah, komite, dan orangtua. Dari itulah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Samarinda bersama Faber Castel menggelar Workshop Peran Serta Komite dan Orangtua Mempersiapkan Strategi Efektif Menghadapi Ujian, di Gedung Guru, Sabtu (24/8).
Workshop tersebut diikuti sebanyak 110 peserta dari kepala sekolah SD, orangtua dan komite perwakilan seluruh Kota Samarinda. Dengan mengundang pemateri yakni Saufi Saunawati dari Praktisi Pendidikan Bandung. Dan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Samarinda Endang Sri Rumiyati, dan Ketua PGRI Kota Samarinda Hari Murti.
Ketua PGRI Kota Samarinda, Harimurti mengatakan Dinas Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri dalam kemajuan pendidikan, sehingga diperlukan kerjasama dalam mewujudkan dan memajukan pendidikan anak bangsa dengan berbagai pihak.
Ia menyebutkan ada tiga unsur yang turut mendukung yakni sekolah, orangtua dan dunia usaha turut membantu. "Oleh sebab itu, saya selaku Ketua PGRI memfasilitasi bagaimana dapat memberikan pencerahan dan pemikiran untuk kemajuan anaknya," katanya.
Dari itulah PGRI sangat peduli dan menggandeng Faber Castel yang turut membantu sebagai sponsor kegiatan ini. Terutama untuk pencerahan kepada orangtua. "Kegiatan hari ini tidak sekadar untuk persiapan ujian saja tetapi lebih dari itu. Harapannya agar orangtua dan komite dapat terbuk wawasannya dalam mendukung pendidikan," tambahnya.
Kepala Cabang Faber Castel Samarinda, Muhammad Mukhlis menuturkan kegiatan ini dimaksudkan agar peran para orangtua dan komite dalam menerapkan strategi lebih efektif untuk menghadapi UNBK 2020. "Jadi kegiatan ini merupakan kedua kalinya kami gelar dan hari ini kami membawa narasumber langsung dari Bandung,"
Menurutnya, ternyata tidak hanya dari pihak sekolah saja melakukan peran yang menentukan siswa itu maksimal atau sukses dalam ujian. "Ternyata banyak pihak yang berperan dalam pendidikan. Ya orangtua, komite, swasta juga," sebutnya.
"Diharapkan tentunya setiap sekolah ini mempunyai tingkat kelulusan tinggi setelah mendapatkan pembekalan seperti ini. Kita mendatangkan pemateri, membagikan tips-tips menghadapi ujian dan menyarankan gunakan produk-produk yang berhubungan kegiatan itu yang sangat baik dan direkomendasikan," imbuhnya.
Saufi Saunawati menjelaskan bagaimana membangun interaksi antara orangtua, komite dan sekolah dalam menyukseskan ujian. "Karena ujian tidak hanya tugas dari sekolah saja tetapi seluruh masyarakat turut berperan dalam hal itu, jelasnya.
Ia membeberkan jika orangtua dan komite turut dalam membangun sekolah maka beban ujian yang selama ini terfokus pada sekolah maka akan tidak menjadi masalah lagi dan menjadi lebih baik karena kebijakan diketahui lebih detil oleh masyarakat.
"Jika semua mengetahui fungsi dan peran masing-masing bagaimana sekolah itu tidak lagi hanya milik pemerintah saja. Ternyata itu bisa membantu membangun negara lebih baik lagi. Dan kita ingin kepedulian masyarakat bagaimana membangun pendidikan di Indonesia," terangnya. (adv/nch/beb)