Banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Anggota Komisi V DPR RI Irwan meninjau ke lokasi banjir didampingi ketua RT, tokoh pemuda, dan tim Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, tepatnya di Jalan Manunggal, Gang 21, RT 82, Kelurahan Loa Bakung, Senin (29/1).
SAMARINDA–Ketua RT 82, Kelurahan Loa Bakung, Hafiz Zainal mengatakan, permasalahan banjir berdampak kepada sekitar 10 rukun tetangga (RT) dari hulu saluran di belakang Ponpes Nabil Husein hingga hilir saluran melewati Jalan Kemuning hingga Sungai Mahakam.
"Permasalahan di sini sedimentasi tinggi, makanya beberapa tahun belakang rutin kami bersihkan,” ucapnya.
Selama ini warga swadaya mengeruk, bahkan menyewa alat berat ekskavator mini. Namun, dampaknya hanya dirasakan sebentar, sedimentasi kembali menumpuk. “Jika warga RT kami saja tidak akan cukup menyelesaikan persoalan banjir. Kami berharap bantuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah dari hulu hingga hilir,” harapnya.
Dari sisi teknis, Kepala BWS Kalimantan IV Yosiandi Radi menuturkan, hasil survei di lokasi membuktikan daerah tersebut merupakan area rawa, cenderung datar, kemiringan saluran yang hampir tidak ada. Solusinya mengoperasikan pompa atau membuat kolam retensi. “Dimensi saluran sudah terbatas, sehingga untuk mempercepat aliran banjir bisa menggunakan pompa ketika banjir. Ketika hujan terjadi, warga bisa meminta bantuan pompa portable milik BWS berkapasitas 500 liter per detik,” ucapnya.
Begitu juga pengerukan sedimentasi, akan dilakukan sebagai upaya jangka menengah, meski melihat kontur wilayah, langkah tersebut kurang signifikan mengurangi banjir, namun perlu dilakukan. “Kami akan koordinasi dengan pemprov dan pemkot, sebagaimana kewenangan untuk operasional pemeliharaan di saluran. Apakah mereka ada program atau tidak agar tidak ada tumpang tindih,” ujarnya.
Adapun langkah jangka panjang, wilayah tersebut perlu kolam retensi. Adanya kolam akan berperan penting menampung sementara air limpasan hujan. yang ketika hujan reda, air yang ditampung bisa dilepaskan ke Sungai Mahakam. “Program itu juga mengacu masterplan banjir di Samarinda. Perlu kejelasan soal aset. Jika warga mau menghibahkan lahannya, tentu perlu kejelasan administrasi hibah antara masyarakat dengan pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI dapil Kaltim Irwan mengatakan, kedatangannya ke lokasi merupakan informasi warga yang selama ini terdampak banjir. Dia menegaskan, penanganan masalah banjir di Loa Bakung atau wilayah lain, tidak boleh dibatasi kewenangan antar-pemerintah daerah maupun pusat. Melainkan harus diselesaikan secara bersama-sama semua pihak.
"Alhamdulillah BWS hadir dan bisa melihat langsung masalah di lapangan. Tentunya akan ada solusi jangka pendek, menengah, hingga panjang. Dengan kegiatan itu, diharapkan konkret menyelesaikan banjir di Loa Bakung dan sekitarnya,” pungkas politikus Demokrat itu. (dra/k16)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Indra Zakaria