Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Di Bontang, Titik Peletakan Ember Wolbachia Bertambah, Sasar Area Perusahaan

izak-Indra Zakaria • Senin, 22 Januari 2024 - 19:54 WIB
TEKAN KASUS DBD: Ember wolbachia bakal diletakkan di dua area perusahaan, baik di Keluraham Satimpo maupun Kelurahan Belimbing, Bontang.
TEKAN KASUS DBD: Ember wolbachia bakal diletakkan di dua area perusahaan, baik di Keluraham Satimpo maupun Kelurahan Belimbing, Bontang.

BONTANG – Jumlah peletakan ember telur wolbachia bertambah. Setelah Dinas Kesehatan (Diskes) berhasil berkoordinasi dengan salah satu perusahaan di Kelurahan Satimpo. Fungsional Epidemiologi Muda, Diskes Bontang, Nur Ilham, mengatakan bahwa saat ini Diskes dan perusahaan masih melakukan penyisiran terkait lokasi penempatan ember di area perusahaan.

“Kalau yang di Satimpo pasti bertambah. Tetapi jumlahnya masih belum diketahui karena ada lokasi yang mau digeser. Utamanya area hijau,” kata Ilham.

Sementara area perusahaan di Kelurahan Belimbing masih bakal dibahas pekan ini. Kondisinya pun sama. Area seperti waduk milik perusahaan juga akan dibicarakan terkait teknis. Jika tidak memungkinkan, penggeseran letak ember dilakukan.

Kendala selama ini ialah tangkapan citra satelit untuk area perusahaan terlihat samar. Berbeda dengan zona permukiman warga di luar perusahaan, sehingga penentuan perlu pembahasan tingkat lanjut. Tujuannya agar memudahkan pemetaan sebaran nyamuk.

“Kelurahan Belimbing untuk di luar perusahaan sudah semua,” ucapnya.

Terkait penggantian nantinya untuk area perusahaan menjadi ranah karyawan. Diskes hanya menyiapkan ember sesuai jumlah titik. Pekan ini untuk Bontang Selatan dan Barat sudah masuk penggantian ember yang keempat. Ia meyakini ada perbedaan durasi nantinya. Pasalnya, proses penyebaran waktunya tidak serentak.

“Tetapi semua ada di data kami. Mana yang nanti mau diganti atau belum,” tutur dia.

Sebelumnya, Kelurahan Belimbing membenarkan 311 ember berisi telur nyamuk wolbachia belum disebar di wilayah tersebut. Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Belimbing, Elis, mengatakan bahwa dari angka tersebut hanya menyasar di enam RT yakni satu sampai enam.

“Itu berada di wilayah perumahan perusahaan. Ditambah ada lagi titik di fasum dan ruang terbuka hijau yang belum ditempatkan embernya,” kata Elis.

Menurutnya, Dinas Kesehatan sudah bertemu pihak perusahaan dua kali. Tetapi saat itu hanya menampung. Belum mengambil keputusan untuk menerima wolbachia. Bahkan sudah memanggil Universitas Gadjah Mada.  “Belum ada jawaban menerima peletakan ember ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kelurahan Belimbing memiliki 51 RT. Rata-rata tiap RT ditempatkan delapan ember. Terkait pihak kelurahan, perannya ialah memberikan fasilitas sosialisasi program wolbachia pada setiap agenda kelurahan, baik terhadap ketua RT, mitra kelurahan, maupun kader.

“Tiap rembuk, warga kami selalu menyisipkan informasi terkait wolbachia kepada warga,” tutur dia.

Sebelumnya, Lurah Satimpo Maryono mengatakan, titik yang belum diletakkan ember kebanyakan di area perusahaan. Sementara di luar area perusahaan sudah dilakukan. Pasalnya, ada 14 RT di wilayah perumahan perusahaan. Ditambah zona khusus.

Nantinya Diskes dan manajemen perusahaan akan melakukan penanganan khusus. Sementara pihak kelurahan concern membantu di luar zona perusahaan.  “Jadi 70 persen wilayah Satimpo berada di area perusahaan,” terangnya.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir pekan lalu, tercatat 4.157 ember ditempatkan di dua kecamatan. Meliputi Bontang Selatan dan Barat. Sejatinya total ember mengacu titik pemetaan mencapai 4.911. Walhasil persentase penyebaran di angka 85 persen. Dari angka itu, hanya dua kelurahan yang belum terjangkau seluruhnya. Mencakup Satimpo dan Belimbing.

Enam kelurahan lainnya sudah menyelesaikan kegiatan penyebaran. Perinciannya, Berbas Pantai, Berebas Tengah, Gunung Telihan, Kanaan, Tanjung Laut, dan Tanjung Laut Indah. (ak/far/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria