Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Penanganan Longsor di Perumahan Ini Masih Mengambang

Denny Saputra • 2024-02-26 13:35:00

 

TANPA AKTIVITAS: Kondisi area longsor di RT 20, Perumahan Keledang Mas Baru sepi karena ditinggal mengungsi warga, Minggu (25/2).
TANPA AKTIVITAS: Kondisi area longsor di RT 20, Perumahan Keledang Mas Baru sepi karena ditinggal mengungsi warga, Minggu (25/2).

Penyelesaian dampak longsor yang menimpa warga di Perumahan Keledang Mas, Blok BS, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, masih belum menemui kepastian.

 

SAMARINDA–Hingga kini, lima kepala keluarga (KK) dari total 19 yang berpotensi terdampak masih tinggal di rumah sewa. Pasalnya, rumah mereka belum sepenuhnya dinyatakan aman dari potensi longsor susulan.

Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi mengatakan, bantuan sewa dari pemerintah kota telah selesai pada Oktober 2023. Sebab, penanganan yang dilakukan perusahaan pengembang perumahan belum sepenuhnya tuntas. Jadi, sewa rumah warga berlanjut, namun kali ini dibiayai pengembang.

"Setelah bantuan pemerintah habis di Oktober lalu, masyarakat kembali mengadu. Setelah difasilitasi pertemuan, perusahaan bersedia memberikan bantuan sewa rumah, sambil penggarapan lahan berlanjut," ujarnya, Minggu (25/2).

Bantuan sewa dari perusahaan berakhir bulan ini. Jadi, dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan perusahaan dan warga. "Kami harap penanganan lebih cepat. Karena semakin lama penanganan, memperluas jangkauan kerusakan meluas," ujarnya.

Dia berharap perusahaan bisa konsisten melakukan penanganan di area longsor. Hal itu berpengaruh terhadap lama waktu perusahaan memberikan uang sewa ke warga terdampak. "Hal itu untuk mengamputasi permasalahan dan potensi dampak yang meluas," tegasnya.

Dia menargetkan, setelah permasalahan pemilu di wilayah rampung, pengawasan terhadap kejadian di Perumahan Keledang Mas kembali difokuskan. "Agar warga juga mendapat kejelasan dan bencana di sana bisa dihindari," pungkasnya.

Sebagai informasi, belasan rumah warga di RT 19 dan RT 20 di perumahan tersebut mengalami pergeseran dan retak-retak setelah hujan deras mengguyur kawasan itu pada pekan kedua Mei 2023 lalu.

Beberapa upaya sudah dilakukan pemkot dengan mendatangkan tim ahli dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), termasuk membuat kolam resapan hingga menanam cerucuk di beberapa bagian agar tanah tidak bergeser.

Adapun dari perusahaan pengembang perumahan memangkas bukit untuk mengurangi beban dan mencegah longsor susulan terjadi. (dra/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Indra Zakaria
#samarinda