Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda tengah mempersiapkan program pencetakan sawah baru di lahan seluas 50 hektare (ha), tepatnya di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan.
Lahan tersebut di dekat markas Yonzipur 17/AD Kodam VI/Mulawarman. Di area tersebut terdapat sawah eksisting seluas 150 ha. Ketika rampung, total luas hamparan sawah di kawasan tersebut mencapai 200 ha.
Kabid Prasarana dan Sarana DKPP Samarinda Ignatius Harry Sutadi mengatakan, lahan potensial itu dekat dengan kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Makroman. Lahan itu ideal karena memiliki saluran irigasi dan dekat dengan sawah eksisting. "Pemilik lahan juga jelas. Tapi mereka mengeluhkan tidak ada biaya untuk pencetakan sawah. Sebelumnya sudah ditinjau tim pemkot maupun TNI," ujarnya, Minggu (17/3).
Program pencetakan sawah membutuhkan biaya besar, sehingga sinergisitas antara pemerintah dan TNI sangat diperlukan. Pihaknya telah meminta dukungan Kodim Samarinda untuk membantu program tersebut, termasuk berharap dari Dinas PUPR Samarinda dan BWS Kalimantan IV untuk membantu peningkatan saluran irigasi.
"Dalam waktu dekat akan ada peninjauan juga untuk menentukan titik koordinat dan menghitung kebutuhan biayanya. Dengan terlibatnya banyak OPD diharapkan adanya percepatan," jelasnya.
Dia berharap program pencetakan sawah bisa dibantu dengan sistem tata niaga yang baik, sehingga memberikan keuntungan bagi para petani. Ketika produksi digenjot, OPD lain seperti Dinas Perdagangan (Disdag) diharapkan membantu pemasarannya. Sebab, ada kesempatan dengan menjual hasil padi petani Samarinda ke Bulog Samarinda maupun Perumda Varia Niaga. "Ada OPD yang mengerjakan lahan, ada yang mendistribusikan pascapanen. Dengan kerja sama, diharapkan mempercepat kegiatan pencetakan sawah," pungkasnya. (dra/k16)
Editor : Indra Zakaria