SAMARINDA–Selain Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, jalan yang kemungkinan berumur pendek juga terjadi di akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan.
Jalan tersebut turut dibangun menggunakan APBD murni 2023 dengan nilai sekitar Rp 9,8 miliar. Kemudian ditambah melalui APBD Perubahan 2023 sebesar Rp 956 juta. Namun, jalan tersebut justru mengalami retak di beberapa titik. Padahal, usianya baru beberapa bulan dilalui truk pengangkut sampah.
Pemerintah kemungkinan harus mengucurkan anggaran kembali untuk perbaikan jalan tersebut. Khususnya semenisasi menuju TPA di Sambutan. Sebab, walau sudah dibangun dengan anggaran jumbo, pekerjaan sepertinya kurang maksimal. Bahkan, kerusakan itu terjadi lantaran pelaksanaan pekerjaan lanjutan pada anggaran perubahan 2023.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Endang Liansyah menjelaskan, keretakan jalan di beberapa titik itu terjadi karena dilewati truk pengangkut material cor. Pembangunan jalan dengan APBD Murni 2023 sebesar Rp 9,8 miliar tapi pekerjaannya tidak sampai ke tempat pembuangan TPA. Sehingga, pada APBD Perubahan 2023, ada tambahan pekerjaan sedikit, sekitar 100 meter dengan anggaran Rp 956 juta. "Waktu ngecor tambahan truk ready mix itu lewat jalan cor, harusnya mereka lewat bawah (jalan tanah)," sesalnya.
Endang mengaku sudah sempat menegur kontraktor. Lantaran melalui jalan yang baru selesai dibangun. "Bobot ready mix itu kan 20 ton lebih, jadi jalan rusak itu sudah lama (waktu baru selesai dikerjakan) sudah rusak karena dilewati kendaraan berat," tegasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan laman resmi LPSE Samarinda, proyek tersebut dikerjakan CV Harva 49 pada 2023 dengan nama tender Peningkatan Jalan TPA Sambutan, anggarannya Rp 9,8 miliar. Kemudian di tahun yang sama dengan nama tender lanjutan peningkatan jalan TPA Sambutan (APBD-P 2023). Pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut adalah perusahaan Harsa Borneo. (dra/k8)
ASEP SAIFI
@asepsaifi
Editor : Indra Zakaria