Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kemenhub Berencana Tambah Satu Koridor Balikpapan City Trans

Dina Angelina • Kamis, 4 Juli 2024 - 18:15 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol Risyapudin Nursin. (Foto: Anggi/KP)
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Irjen Pol Risyapudin Nursin. (Foto: Anggi/KP)

 

Peluncuran Balikpapan City Trans menandakan telah hadir moda transportasi massal baru di Kota Minyak. Kementerian Perhubungan memilih Balikpapan sebagai salah satu kota penerima program pengembangan angkutan perkotaan berbasis jalan dengan skema buy the service (BTS). 

Balikpapan menjadi kota pertama di Kaltim dan kota ke-11 di Tanah Air dalam program tersebut.  Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Risyapudin Nursin mengatakan, angkutan massal dengan skema BTS di Balikpapan hadir dengan dukungan 17 unit bus. Dia menambahkan, moda transportasi angkutan massal dengan skema BTS ini adalah amanah undang-undang lalu lintas.

“Kami bersama pemerintah daerah mewujudkan angkutan umum yang aman nyaman damai dan murah,” ucapnya. Saat ini tersedia tiga koridor Balikpapan City Trans. Koridor A Pelabuhan Semayang – Bandara SAMS Sepinggan. Lalu Koridor B Terminal Batu Ampar via Jalan MT Haryono dan koridor C Terminal Batu Ampar via Jalan Ahmad Yani.

Pihaknya dalam pekan ini melaksanakan uji coba terlebih dahulu. Rencananya ke depan, Kemenhub menambah satu koridor lagi. “Sekaligus kami lengkapi jumlah kendaraan lagi kurang lebih dua sebagai cadangannya,” bebernya.

Ditanya soal tarif, nantinya usulan tarif berada di tangan wali kota Balikpapan yang akan merencanakan dengan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD). Serta melibatkan berbagai stakeholder.

 

“Bagaimana tarif agar tidak terlalu memberatkan untuk masyarakat di Balikpapan,” imbuhnya. Skema BTS terus diluncurkan pada pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota agar masyarakat bisa menikmati layanan transportasi yang layak.

Menurutnya hal yang terpenting bagaimana masyarakat ikut menggunakan moda transportasi angkutan umum. Sehingga keberadaannya mendapat dukungan dan benar-benar bermanfaat di Kota Beriman. 

“Karena Balikpapan merupakan kota yang terdekat dengan IKN sehingga harus kami antisipasi dan dukung semaksimal mungkin,” tuturnya.  (gel)

 

 
Editor : Indra Zakaria