BALIKPAPAN- Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Balikpapan melonjak drastis. Sepanjang tahun 2023, tercatat 132 kasus, dan di tahun 2024, angka tersebut melonjak hingga 116 kasus hanya dalam kurun waktu enam bulan pertama.
Lebih memprihatinkan lagi, mayoritas korban adalah anak-anak usia 0 hingga 18 tahun, dengan kasus kekerasan seksual mendominasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni.
"Dari 116 kasus, terdapat 27 kasus kekerasan fisik, 4 kasus psikis, 77 kasus seksual, 4 kasus eksploitasi seksual, 1 kasus perdagangan orang, dan 2 kasus lainnya," ungkap Heria.
Menyikapi hal ini, DP3AKB Balikpapan gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka kasus kekerasan yang terus meningkat.
"Program sosialisasi dan edukasi ini sudah mulai berjalan dan akan terus dimaksimalkan untuk menurunkan angka kekerasan perempuan dan anak di Balikpapan," tegas Heria.
Editor : Wawan