Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Macet Panjang Selama Dua Jam di Jembatan Kutai Kartanegara, Pengendara Keluhkan Lalu Lintas

Elmo Satria Nugraha • 2024-09-21 11:41:11

Suasana kemacetan di Jembatan Kutai Kartanegara (Istimewa)
Suasana kemacetan di Jembatan Kutai Kartanegara (Istimewa)


TENGGARONG - Hari yang tenang mendadak berubah menjadi hari yang sangat sibuk dan padat di Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Sabtu (21/9) pagi tadi.

Di Jembatan Kutai Kartanegara, lalu lintas terpantau sangat padat. Kemacetan panjang membuat ribuan kendaraan mengulur di jalan poros hingga badan jembatan selama dua jam. Diketahui, keramaian ini terjadi karena adanya dua kegiatan besar yang berlangsung secara bersamaan.

Yakni kegiatan pembukaan Erau Adat Pelas di Museum Mulawarman dan Stadion Rondong Demang Tenggarong pukul 08.00 WITA. Juga kegiatan Deklarasi salah satu Badan Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Kukar berupa kegiatan jalan sehat dan senam di Halaman Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang pukul 06.00 WITA.

Salah satu pengendara bernama Audy, mengeluhkan lalu lintas ini. Audy yang hendak berangkat kuliah di Kota Samarinda. Ia harus mengantri panjang berjam-jam karena tidak bisa bergerak sama sekali di jembatan yang dibangun Pemkab Kukar tahun 2015 silam ini.

"Saya tidak bisa bergerak sama sekali, padahal sudah dari jam 07.00 WITA saya berangkat. Telat sudah saya kuliah dan takut karena ini jembatan penuh banget, kata orang di ujung juga goyang," jelas Audy kepada media ini, Sabtu (21/9).

Lanjut Audy, sempat ada ambulans yang ingin lewat namun tidak dapat. Beberapa pengendara lain pun ikut mengeluhkan yang sama. Audy menyayangkan penanganan lalu lintas yang dilaksanakan. Mengingat adanya dua kegiatan besar yang dilaksanakan bersamaan, seharusnya dipersiapkan dengan matang.

"Ini saya harus mutar balik berangkat ke Samarinda melalui Loa Janan karena sudah telat satu jam. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi," tutur Audy.

Sementara itu, pengendara lain bernama Nugraha turut menyayangkan kondisi tidak teratur lalu lintas ini. Ia yang hendak berangkat ke Samarinda harus melalui jalur sungai. Yakni menyeberang ke Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang melalui kapal feri di Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong.

"Seharusnya panitia pelaksana acara lebih memerhatikan koordinasi mereka terhadap pengaturan lalu lintas. Kami semua dirugikan kalau seperti ini," tuturnya.

Diketahui, macet panjang di badan jembatan mengulur selama dua jam tanpa pergerakan. Yakni pukul 07.00 hingga 09.00 WITA. Pada jam 09.00 WITA ini, kepolisian berhasil sedikit melancarkan lalu lintas di badan jembatan. Hingga kini kemacetan masih terjadi dengan padat di beberapa titik Tenggarong maupun Tenggarong Seberang.

Hal ini membuat beberapa pengendara yang hendak ke Samarinda harus mengambil jalur alternatif. Seperti melalui penyeberangan feri maupun jalur Loa Janan. (moe)

Editor : Indra Zakaria