SAMARINDA – Kejarlah ilmu hingga ke negeri China. Pribahasa tersebut cocok ditujukan kepada perempuan tangguh bernama lengkap Sepmi Safarina. Bagaimana tidak dengan mengurus suami dan dua orang anak dirinya sukses menempuh perguruan tingga strata 2 (S2) bidang hukum di Universitas Mularman. Meskipun orang tuanya tidak meajibkan untuk menempuh perguruan tinggi. Tapi dia bertekad kuat untuk tetap berkuliah hinga di titik puncak sekarang.
“Satu-satunya kemewahan yang saya miliki adalah pendidikan. Saya bekerja sembari sekolah karena saya percaya pendidikan adalah kunci untuk meraih impian,” ungkap perempuan tangguh ini, yang kini telah menjadi seorang advokat.
Kini, dalam upayanya untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak, ia menjabat sebagai Wakil Ketua II Barikade Kaltim, Ketua Bidang Keperempuanan Pengawal Indonesia Emas “ADIL”, dan Bendahara Umum DPD Ferari (Federasi Advokat Republik Indonesia) Kalimantan Timur.
Namun, perjalanan menuju pendidikan tinggi di Indonesia masih penuh tantangan. Menurut data dari OECD, Indonesia menempati posisi kedua terendah dalam jumlah lulusan perguruan tinggi dibandingkan dengan 48 negara analisanya, yaitu hanya 17,93%.
“Pendidikan adalah senjata terkuat untuk menciptakan kesejahteraan. Oleh karena itu, perlu adanya jaminan pendidikan gratis bagi seluruh warga negara, bukan hanya segelintir orang,” tegasnya.
Perempuan yang saat ini aktif sebagai advokat juga mendukung inisiatif pendidikan gratis, ia mengapresiasi program “Gratispol” yang diusung oleh pasangan calon gubernur Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Program ini menawarkan pendidikan gratis dari tingkat SMA hingga S-3, yang diyakini akan meningkatkan akses pendidikan untuk semua kalangan di Kalimantan Timur.
“Dengan adanya program ini, lebih banyak orang, baik tua maupun muda, akan memiliki kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka tanpa terbebani biaya,” tambahnya.
Seiring dengan komitmennya untuk mendukung pendidikan, ia menggugah masyarakat untuk bersatu dalam memperjuangkan hak atas pendidikan.
“Mari kita dukung pasangan calon yang berkomitmen untuk pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Hal ini sejalan dengan harapan untuk menciptakan generasi emas tahun 2045, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. (*)