BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, secara resmi membuka Permata Bekapai Expo 2025 di Taman Bekapai, Minggu (16/2). Acara ini menjadi ajang perayaan kekayaan budaya, seni, musik, serta perkembangan ekonomi kreatif di Balikpapan.
Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dengan berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat. Diawali dengan sepeda santai dan senam bersama, acara ini juga menghadirkan lomba fashion show, bazar kuliner khas, serta lomba menyanyi yang menampilkan bakat lokal.
"Di sini, warga bisa mencicipi kuliner khas, menikmati musik dan tarian tradisional, hingga mengikuti berbagai kegiatan seru untuk kebugaran," ujar Rahmad Mas’ud dalam sambutannya.
Expo ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya dan inovasi mereka. Pemerintah kota telah menggulirkan berbagai program untuk mendukung sektor ini, termasuk pelatihan, pemberian insentif bagi pelaku usaha, serta kolaborasi dengan komunitas dan sektor swasta.
Rahmad Mas’ud menekankan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan ekonomi kreatif. "Inovasi adalah kunci. Kami terus mengembangkan festival kreatif, termasuk roadshow di bidang aplikasi dan game, sebagai bukti kesiapan Balikpapan dalam memanfaatkan potensi digital," tambahnya.
Selain memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas di Kalimantan Timur, acara ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi era Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan semakin berkembangnya ekonomi digital dan industri kreatif, Balikpapan diharapkan dapat bersaing di tingkat nasional.
"Kembangkan ide, manfaatkan teknologi, dan bangun kolaborasi. Bersama, kita wujudkan Balikpapan sebagai pusat ekonomi kreatif yang maju dan berdaya saing," tutupnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang menikmati berbagai hiburan, bazar kuliner, dan pameran produk lokal. Permata Bekapai Expo 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif serta masyarakat Balikpapan.
Editor : Wawan