TARAKAN – Berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat disampaikan dalam kegiatan Ngopi Bareng Bersama Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit di area Pasar Dayak, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Barat, Sabtu (12/1).
Dalam kegiatan yang mengundang seluruh tokoh masyarakat dan masyarakat Kelurahan Selumit, orang nomor satu di Polda Kaltara menjawab berbagai persoalan yang disampaikan warga.
Narkoba, salah satu persoalan yang menjadi pembahasan. Sepanjang 2018, kata dia, sudah ada 80 kg sabu yang berhasil digagalkan untuk diedarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Digagalkan Polda Kaltara bersama TNI, pengamanan perbatasan (pamtas) dibantu masyarakat, hal ini menjadi perhatian serius kita,” tuturnya.
Mengapa persoalan narkoba menjadi perhatian serius dari pria dengan berbintang satu di pundak ini? Ia menilai 10 persen dari jumlah narkoba yang lewat, beredar di daerah yang dilalui. “Ini hasil survei sementara, dari pengiriman narkoba selama ini mulai dari Filipina, Malaysia dan negara lainnya, 10 persennya diedarkan di daerah yang dilalui,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa 1 kg sabu tersebut bisa digunakan 5 ribu orang, artinya bila 80 kg kemarin yang diungkap berhasil lolos, narkoba tersebut bisa digunakan 40 ribu orang.
“Kami sangat prihatin terkait persoalan narkoba saat ini, sehingga kami akan terus berupaya memberantasnya,” ucapnya.
Selain itu dirinya juga mengharapkan bantuan dari masyarakat untuk untuk memerangi narkoba. “Peranan masyarakat juga kami butuhkan untuk memberantas narkoba, jadi kalau mendapatkan informasi berkaitan dengan narkoba segera laporkan untuk dapat ditindaklanjuti,” tuturnya.
Selain menyatakan perang melawan narkoba, pihaknya juga berupaya untuk menfasilitasi para pecandu narkoba yang ingin sembuh dari ketergantungan dengan cara mendirikan Rumah Sakit Bhayangkara. “Terkait rumah sakit tersebut, sudah saya sampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, nantinya rumah sakit tersebut bisa digunakan untuk rehabilitasi pecandu narkoba,” ujarnya.
Disampaikan Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga, usulan tersebut akan dibawa ke DPRD Tarakan untuk dilakukan pembahasan.
“Saya harapkan rencana ini disetujui, karena kepentingannya juga untuk masyarakat, untuk SDM di rumah sakit itu nantinya akan kami siapkan dibantu dari BNN,” ucapnya.
Sementara itu beberapa masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut menganggap kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya kepolisian lebih dekat ke masyarakat. “Saya rasa ini kegiatan positif, apalagi kami bisa bertanya langsung ke orang nomor satu di Polda Kaltara tersebut berbagai persoalan yang ada selama ini di masyarakat,” ujar Indri, warga Kelurahan Selumit Pantai.
Hal senada juga diungkapkan Herman yang mengharapkan kegiatan kali ini bisa dijadikan kegiatan rutin oleh Polda Kaltara, sehingga masyarakat bisa langsung menanyakan langsung terhadap hal-hal yang perlu dijawab Polda.
“Kami juga perlu tahu apa saja solusi dari persoalan yang ada selama ini, seperti narkoba, perampokan tambak, dan tindak kriminal lainnya, agar kami juga merasa aman dan nyaman saat beraktivitas dan bisa terhindar dari tindakan kriminal,” pungkasnya. (jnr/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan