Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tidak Temukan Takjil Berbahaya

anggri-Radar Tarakan • 2019-05-27 11:39:08

TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau kepada masyarakat yang akan membeli takjil untuk berbuka puasa agar lebih teliti dan selektif lagi, hal ini dilakukan untuk menghindari konsumsi takjil yang tidak laik dan berbahaya bagi kesehatan bila di konsumsi.

Kepala Dinkes Tarakan, Subono mengatakan, kalau mau beli takjil dilihat terlebih dahulu mulai teksturnya, warnanya hingga bau dari takjil tersebut, bila dipastikan takjil tersebut tidak laik untuk dikonsumsi dirinya mengimbau untuk tidak membelinya.

“Masyarakat kita pasti sudah paham, mana yang laik dan tidak laik, jadi kita sarankan untuk lebih jeli lagi ketika akan membeli takjil untuk berbuka puasa,” ucapnya, Minggu (26/5).

Terkait apakah Dinkes Tarakan bersama BPOM Tarakan akan membuka posko pengaduan bagi masyarakat bila menemukan takjil yang tidak laik, pihaknya sejauh ini tidak ada rencana membuka posko pengaduan.

“Kalau posko pengaduan kita tidak ada, tapi kalau memang nanti kita menemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan massal akibat mengkonsumsi takjil baru kita menurunkan tim Dinkes Tarakan bersama BPOM Tarakan untuk melakukan pemeriksaan penyebabnya,” bebernya.

 

Dirinya mengingatkan kembali kepada masyarakat agar lebih selektif dan teliti lagi untuk membeli takjil, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat kita melakukan pengecekan ke beberapa lokasi beberapa waktu lalu, kita tidak menemukan adanya indikasi takjil yang berbahaya bagi kesehatan, tapi kita tetap mengimbau untuk lebih teliti lagi, jangan sampai mengkonsumsi makanan yang berbahaya bagi kesehatan,” ucapnya.

 

 

 

Sementara itu salah satu penjual takjil di Jalan Aki Balak, Ica memastikan bahwa takjil yang dijualnya laik untuk dikonsumsi, karena hingga saat ini dirinya tidak mendapatkan komplain dari pembelinya.

“Belum ada komplain, kalau ada komplain baru bisa dikatakan takjil kita jual ini tidak laik untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Dirinya juga memastikan takjil yang dijual merupakan takjil yang baru, bukan takjil yang tidak laku yang diolah lagi untuk dijual kembali yang tentunya dapat mengurangi kualitas takjil tersebut.

“Takjil ini pasti yang baru, kalau bukan yang baru kami tidak berani jual takut kenapa-kenapa, selain takjil buatan saya, ada juga takjil titipan dari tetangga dan teman-teman saya yang dijual disini,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pembeli takjil, Heru Septia mengaku sempat mendapatkan takjil yang tidak laik dikonsumsi beberapa waktu lalu, dimana dirinya mendapatkan takjil yang sudah dalam kondisi basi.

“Beberapa waktu lalu ada, tahunya basi pada saat akan berbuka dimana tercium aroma lain dari takjil tersebut, ketika dimakan rasanya juga lain,” ujarnya.

Dirinya mengimbau agar masyarakat yang akan membeli takjil lebih teliti lagi agar terhindar dari takjil yang tidak laik untuk dikonsumsi. “lebih teliti, dilihat warnanya, teksturnya dan baunya, jangan asal ambil saja,” pungkasnya.(jnr/udn)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#pedagang takjil