Sebagai seniman papercraft, Zainal Abidin mengaku sampai saat ini terus meningkatkan akan keahliannya. Bahkan, perlahan hasil karyanya pun direncanakan ditampilkan pada acara Musik Alam 2K19
RACHMAD RHOMADHANI
DI acara Musik Alam 2K19 yang akan digelar di Tanjung Selor pada 27–29 September mendatang, Zainal sapaan akrabnya akan mencoba ikut serta dalam salah satu acara yang masuk ke dalam 100 Top Event Wonderful Indonesia 2019 itu.
Namun, dalam keikutsertaannya itu, bukan lantaran dirinya tergabung dalam satu grub musik atau komunitas. Melainkan, di momen yang sangat dinanti-nantikan oleh kaum milenial. Diketahui, dirinya akan mencoba menampilkan sebuah karya seni yang dibuat dari sebuah objek dasar kertas, dengan cara menggunting, melipat dan menempel pola atau disebut papercraft.
“Insyaallah, nanti akan ada stan sendiri untuk menampilkan seluruh karya seni papercraft ini," ungkapnya kepada penulis.
Lanjutnya, acara itu memang menurutnya cukup menjadi daya tarik yang tinggi. Pasalnya, mengaca pada acara beberapa tahun belakangan bahwa respons masyarakat untuk mengikuti dan hadir pada acara itu terbilang tinggi.
“Artinya, dengan saya menampilkan hasil karya papercraft ini. Maka, itu pun setidaknya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ikut serta dan hadir secara langsung tersebut," ujarnya.
“Syukur–syukur jika nantinya setelah melihat lebih dekat karya papercraft ini. Yang mana, mereka justru ingin bergabung ke dalam komunitas papercraft," sambungnya.
Ditanya apakah akan ada papercraft khusus yang dipersiapkan di acara Musik Alam 2K19, pria kelahiran Sesayap, 2 Mei 1981 ini membenarkannya. Di mana tak hanya nantinya menampilkan jenis papercraft dengan ukuran kecil ataupun standar. Melainkan, di momen itu akan menampikan papercraft dengan ukuran besar.
“Ya, paling tidak ukurannya sama dengan diri kita sendiri. Yaitu dengan ketinggian 170–180 cm. Jadi, tak hanya papercraft ukuran 50 cm ketinggiannya," terangnya.
Dikatakannya juga, mengenai pembuatan papercraft dengan ukuran seperti yang dimaksud itu. Dirinya menjelaskan bahwa setidaknya membutuhkan kertas cover minimal 170–400 lembar. Bahkan, terkadang jauh lebih banyak lagi. Ini tergantung pola yang ada.
“Kalau tokoh animasi Sun Goku yang sudah jadi ini membutuhkan sekitar 172 lembar kertas cover. Berbeda halnya, tokoh animasi lainnya seperti Hulk. Itu bisa mencapai sekitar 400 lembar lebih kertas cover," katanya.
Sedangkan, lebih lanjut, mengenai pembuatan satu buah papercraft dengan ukuran tinggi seperti orang dewasa ini. Dirinya mengakui bahwa waktunya tak cukup lama. Tergantung dari bahan yang tersedia dan waktu yang dimiliknya.
“Tapi, untuk apa yang ditampilkan dalam acara Musik Alam 2K19 itu sudah ada. Ya, salah satunya Sun Goku itu," bebernya seraya berkata bahwa untuk membuat dengan ukuran yang lebih besar diakuinya juga jauh lebih mudah.
Untuk diketahui, di acara Musik Alam 2K19 nantinya yang merupakan perhelatan seni budaya dengan suguhan komposisi musik, tari, dan seni kreatifitas lainnya yang dikemas sesuai kearifan dan budaya lokal Kaltara di alam terbuka.
Pada even itu pun direncanakan juga akan menghadirkan guest star Balawan dan Pusakata. Tak hanya itu, tentunya talent lokal dan tanah air seperti seperti Uyau Moris, Sang Gunta, Iwin Subali Project, Henri Malcom, Hamdani, Adam Alydrus, Genzerlana, Aly Gardy Lukmana dan Whan Setyawan.
Di sisi lain, perlu diketahui juga bahwa Musik Alam 2K19 pun dipastikan akan semakin meriah. Pasalnya, di sana juga akan menyuguhkan Tari Tradisional, Camping Alam, Games Tradisional, Kayan Carnaval Fest, Digital Market, Festival Pangan Lokal, Musik Tradisional, Theater dan lain sebaginya. Namun, lebih menarik lagi, di Musik Alam 2K19 rencananya dihadiri sejumlah delegasi negara tetangga seperti Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia dan Singapura. (***/bersambung)
Editor : anggri-Radar Tarakan