Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sebut Tim Masih Lakukan Pemadaman

anggri-Radar Tarakan • 2019-09-25 08:39:17

TANJUNG SELOR – Hingga Selasa (24/9), tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus melakukan upaya pemadaman api di beberapa titik kebakaran yang terjadi di wilayah Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Muhammad Pandi mengatakan, tim yang melibatkan beberapa pihak, di antaranya BPBD Kaltara, BPBD Bulunga, dan TNI/Polri sudah mulai bergerak untuk menyikapi masalah karhutla ini sejak 14 September 2019.

“Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah berangsung membaik. Tapi, berdasarkan data Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariska Nasional), titik api itu masih ada,” ujar Pandi kepada Radar Kaltara di acara Respons Kaltara, Selasa (24/9).

Disebutkannya, lokasi kebakaran itu merupakan hutan kerangas, yang di dalamnya terdapat semak belukar serta daun dan akar kayu yang sudah kering dengan ketebalan yang cukup mencapai 30 sentimeter.

“Hutan kerangas inilah yang menjadi seperti lahan gambut. Dan bahkan ini akan lebih mudah terbakar dibandingkan lahan gambut. Terlebih pada musim kemarau seperti saat ini. Apalagi didukung dengan tiupan angin kencang,” jelasnya.

Menurutnya, kebakaran itu bisa dipadamkan. Hanya saja yang menjadi persoalan saat ini, titik api itu tidak hanya terdapat di satu titik, melainkan tersebar di beberapa titik yang jaraknya tidak berdekatan. 

Adapun kendala yang dialami di lapangan, masalah peralatan pemadaman yang masih belum maksimal. Salah satu persoalan yang ditemukan, saat titik apinya jauh dari jalan, selang yang ada tidak bisa menjangkau lokasi titik api yang ada.

“Misalnya titik api berada sekitar 800 meter dari pinggir jalan, sementara selang yang kami miliki hanya 400-an meter. Nah, ini yang jadi salah satu kendala kita. Sehingga dengan terpaksa kita hanya membatasi saja,” tuturnya.

Tapi, untuk antisipasi ke depannya, BPBD sudah melakukan inventarisasi untuk mengusulkan penambahan peralatan seperti mesin pompa dan selang di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

Sementara, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, Nurhamdi mengatakan, meningkatnya suhu panas itu terjadi secara global itu karena adanya perubahan iklim yang begitu drastis. 

“Nah, itu merupakan salah satu yang menjadi penyebab apa yang terjadi pada saat ini,” sebutnya.

Pastinya, sesuai dengan tugas dan fungsi dari DLH, pihaknya sudah membuat surat imbauan ke semua DLH kabupaten/kota untuk melakukan antisipasi dan pengawasan. Dalam hal ini, DLH bertindak lebih ke arah pencegahan terjadinya karhutla.

 PERSONEL KORAMIL IKUT SIAGA KARHUTLA

Di Tana Tidung, sejumlah personel Koramil 0903/08 Sesayap bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung juga turut serta siap siaga menangani kebakaran. Danramil 0903/08 Sesayap Kapten Inf Sudarman mengatakan saat ini kebakaran hutan sangat meresahkan masyarakat, tidak sedikit masyarakat menjadi korban atas pembakaran lahan yang membuat asap kabutnya merambah hingga hampir di seluruh daerah.

"Kami selalu siapa siaga untuk mengantisipasi kebakaran hutan (karhutla). Karena ini musim kemarau dan kita selalu memantau dari GPS yang sudah daat mendeteksi kebakran hutan, kami tidak ingin kecolongan takutnya terjadi seperti daerah lain yang dampaknya merambat dan meresahkan masyarakat," kata Danramil Sudsrman, Selasa (24/9).

Koramil beserta personel selalu rutin mengecek setiap lahan yang dianggap rawan terbakar, saat ini tidak ada titik yang menandakan kebakran hutan di wilayah Tana Tidung.  Jika terjadi kebakaran personelnya selalu sigap serta dibantu oleh BPBD KTT untuk bersama memadamkan api jika terjadi kebakaran hutan. "Langkah yang harus diambil dalam penangan kebakaran lahan adalah pertama selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti polsek, BPBD,  Damkar,  kades, camat dan di tingkat warga koordinasi antara Babinsa dan Babinkamribmas. Agar terjalin kerjasama yang baik di lapangan,"ujarnya.

Selain itu juga kata dia, mengecek lokasi bersama tim gabungan dengan cara mendatangi titik lokasi, baik via darat maupun sungai. Melaksanakan penanganan di TKP dengan APK yang ada,  jika lokasi jauh dan tidak terjangkau oleh Damkar dan air maka di gunakan sarana yang ada di lokasi dan mengecek dan memastikan kembali titik api sampai dengan padam 100 persen serta melaksanakan patroli ke daerah daerah rawan karhutla.

"Yang tidak kalah penting memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan sembarangan karna bisa menimbulkan efek kepada semua orang akibat pembakaran hutan tersebut,"ungkapnya.

 PLT Kepala BPD KTT, H.Nurzain saat ini dampak kebakaran hutan ini sangat luas, sekarang aja masih ada dampak kabut asap yang menggangu aktivitas. Namun meski demikian pihaknya melakukan kesiap-siagaan untuk mengantisipasi kebakaran hutan.  Ia berharap para masyarakat jangan membakar lahan sembarang, karena di musim kemarau seperti sekarang bisa membajar lebih cepat. "Jadi masyarakat jangan bakar lahan sembarang di musim kemarau takut terjadi seperti daerah lain yang dampaknya hingga saat ini," harapnya. (*/rko/iwk/zia)

Editor : anggri-Radar Tarakan
#karhutla #DLH #kaltara #bpbd #tni