Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jangan Panik, Stok Cukup dan Semua Toko Tetap Buka

izak-Indra Zakaria • Selasa, 31 Maret 2020 - 20:31 WIB
PEMERIKSAAN RUTIN: pihak Disdakop rutin melakukan pemeriksaan di sejmulah pasar dan supermarket, demi kelancaran sembako bagi masayarakat kota Tarakan. FOTO: AGUNG/RADAR TARAKAN
PEMERIKSAAN RUTIN: pihak Disdakop rutin melakukan pemeriksaan di sejmulah pasar dan supermarket, demi kelancaran sembako bagi masayarakat kota Tarakan. FOTO: AGUNG/RADAR TARAKAN

PANDEMI Covid-19 di Kota Tarakan juga menimbulkan kepanikan setelah adanya warga yang positif. Terjadi panic buying (penimbunan karena rasa takut) di sejumlah pertokoan dan pasar. Agar hal ini tidak terjadi lagi di masayarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berupaya menjaga kestabilan sembako dan untuk memastikan agar terbukanya seluruh pusat belanja yang ada saat ini.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Untung Prayitno, S.E, menuturkan jaminan pemerintah itu juga mematahkan isu adanya kekurangan sembako di Tarakan.

“Beras tersedia di Bulog sekitar 3.000 ton lebih, belum lagi yang ada di semua distributor yang lain. Masih cukup tersedia, sedangkan gula saat ini juga sudah tersedia, untuk saat ini stok yang tersedia sekitar 75 ton, dan rencananya akan kembali datang sekitar 22 ton gula yang didatangkan langsung oleh pihak distributor,” ujarnya.

Pertengahan April stok gula impor juga akan segera didistribusikan pemerintah. Stok gula bukan menipis, tetapi distributor melakukan pembatasan penjualan, hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan dari stok gula tersebut. Jadi, dari pihak distributor juga melakukan pengaturan penjualan agar msayarakat yang melakukan pembelian tidak berlebihan.

“Hal ini kamilakukan agar tidak ada orang yang memanfaatkan keadaan seperti ini, makanya  kemarin pihak Disdagkop-UKM Tarakan juga sudah membuat surat berupa instruki dari Wali Kota Tarakan, untuk pembatasan pembelian. Termasuk, bawang putih, bawang merah, minyak, tepung dan beberapa kepentingan rumah tangga lainnya, dan jika disetujui hari ini sudah bisa diedarkan untuk semua pedagang,” tegasnya.

Ia pun menyebut kabar yang menyebutkan toko-toko di Tarakan akan tutup sebagai informasi bohong alias hoaks. “Justru kami dari pihak pemerintah Tarakan, menyuruh seluruh pemilik toko untuk membuka, agar masyarakat bisa membeli di berbagai toko, agar menghindari kerumunan di satu toko saja. Sedangkan untuk kesiapan sembako tetap stabil, dan diperkirakan sampai bulan Ramadan, kesiapan sembako untuk wilayah Tarakan dirasa cukup. Pengiriman sembako dari Pulau Jawa juga sudah berjalan,” ungkapnya.

 

 

AMAN HINGGA LEBARAN

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Tarakan Elang Buana mengatakan saat ini stok beras diprediksi cukup sampai 2 bulan dengan jumlah ketersediaan 5.300 ton.

“Yang paling banyak di Bulog, ada 3.000-an ton dan distributor yang lain sekitar 2.000 ton lebih. Jadi totalnya 5.000 ton lebih,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil laut seperti ikan di Tarakan saat ini pun terbilang melimpah. Apalagi ikan saat ini belum menembus ekspor sehingga produksi ikan lokal meningkat. Tak hanya ikan, namun ketersediaan ayam pun saat ini masih cukup sampai sebulan ke depan, karena saat ini Tarakan memiliki 500 ton ayam untuk dikonsumsi.

“Itu semua persiapan ayam di kandang, ayam beku dan lain sebagainya,” katanya.

Tak hanya itu, ketersediaan sayur mayur sampai saat ini masih terbilang normal bahkan lebih banyak yang dijual hingga keluar kota, kecuali sayur yang khusus ditanam di dataran tinggi seperti wortel dan kubis.

Untuk stok telur, Elang menyatakan bahwa telur lokal saat ini mencapai 44 ton per bulan. Namun kebutuhan telur dalam satu bulan mencapai 200 ton, sehingga masih harus mendatangkan stok telur dari luar Tarakan. Beruntung, Tarakan memiliki langganan khusus telur yang berada di Sulawesi Selatan. Sebab itu, meski Pelni tak beroperasi lagi, maka pemerintah akan menggunakan kapal kayu.

“Bulan ini 161 ton, dan bulan depan 209 ton, maka kami akan tetap kirim lewat kapal kayu,” jelasnya. Namun, untuk stok gula saat ini dikatakan Elang masih terbilang rawan dan sulit. Tak hanya gula, namun bawang putih juga menjadi kesulitan tersendiri pihaknya, apalagi bawang putih biasa didatangkan dari Tawau.

Akan tetapi, dalam hal ini Bulog sempat menyampaikan kepada pemerintah akan menghadirkan stok gula mencapai 200 ton bagi Tarakan dan Sri Kencana 15 ton, serta STB mencapai 100 ton di pertengahan April 2020 mendatang. “Jadi sampai 23 April 2020 nanti, kebutuhan gula mencapai 200 ton, sementara kalau puasa itu kira-kira 230 ton,” ucapnya.

Sedang kebutuhan minyak goreng di Tarakan mencapai 336 ton per bulan dan diprediksi akan naik di hari Lebaran. Sehingga ini juga akan didatangkan langsung oleh distributor di Tarakan. Sementara bawang merah tingkat kebutuhannya 100 ton per bulan, namun jika Lebaran akan mengalami permintaan 191 ton yang akan dipenuhi dari Sulsel. (agg/shy)

Editor : izak-Indra Zakaria