Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

773 Personel Fokus Pengamanan Pilkada

anggri-Radar Tarakan • 2020-07-01 09:14:52
Photo
Photo

Selain Provinsi Kaltara, Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini. Terkait pengamanan pada 9 Desember mendatang telah menjadi perhatian serius Kapolri Jenderal Idham Aziz. Hal inilah juga yang menjadi fokus Polri di tengah peringatan HUT Bhayangkara ke-74.

SEJAK diputuskan tahapan pemilu berlanjut, Kapolri menerbitkan Surat Telegram Nomor 307 sebagai upaya mendukung pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Soal pengamanan pemilihan umum (pemilu), Polda Kaltara memiliki catatan apik menjadi daerah teraman di Indonesia pada Pilpres dan Pileg 2019 lalu. Walaupun, Polda Kaltara baru berusia 2 tahun berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor Kep/12/I/2018.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Indrajit menyampaikan guna memastikan pelaksanaan pesta demokrasi berjalan aman, damai dan lancar. Jumlah personel pengamanan pilkada yang dikerahkan Polda Kaltara sebanyak 773 personel. Langkah menghadapi pilkada sejumlah persiapan telah dilakukan. Seperti sistem pengamanan kota.

Baginya, semua daerah di Kaltara menjadi atensi saat pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Sebab, berbicara atensi tempat atau daerah ramai tentunya lebih rawan. Berkaca pada Pileg dan Pilpres 2019 lalu mendekati pemilu ujaran kebencian, berita bohong dan hoaks marak di media sosial (medsos).

Sehingga, langkah antisipasi dilakukan dengan cara bersosialisasi dan mengedukasi ke masyarakat agar tidak mudah terpengaruh. Kemudian, sinergitas dilakukan bersama ke semua pihak dengan tujuan pilkada berjalan dengan aman dan kondusif.

Sebelum tahapan Pilkada Serentak 2020 ditunda, Polda Kaltara terus mempererat silaturahmi semua kalangan. Mulai dengan tokoh politik, tokoh agama dan Forum Kerukunan Suku dan Adat di Kaltara. “Diharapkan dengan silaturahmi dapat menyamakan persepsi untuk tidak mudah dipengaruhi dan tidak bisa diperalat,” pesannya.

Di setiap kesempatan, ia selalu berpesan persoalan perbedaan pilihan pasti terjadi itu karena berdemokrasi. Namun, yang harus dipahami semua masyarakat boleh berbeda pilihan dan proses berdemokrasi berjalan. “Yang harus diantisipasi karena berbeda pilihan membuat hubungan harmonis selama ini dikorbankan. Rasa persaudaraan yang terjalin selama ini rusak lantaran persoalan perbedaan,” harapnya.

Sementara, Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro menambahkan, terkait persiapan pelaksanaan Pilkada sejak tahap kembali dilanjutkan pada Juni 2020. Kegiatan yang dilakukan TNI Polri yakni pada fokus pengamanan. Sebab, berkaitan dengan keamanan agar menciptakan situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Kemudian, baginya yang marak pada pelaksanaan pilkada berkaitan dengan ujaran kebencian, black campaign hingga penyebaran hoaks. Hal ini sudah diantisipasi pihaknya dengan patroli medsos. Personel yang dikerahkan sekira 200 orang atau 2/3 dari kekuatan Polres Bulungan.

Kemudian, maping atau pemetaan daerah mulai dari kategori aman, rawan dan sangat rawan sudah dipersiapkan. Sehingga, daerah dengan indikasi sangat rawan disiapkan personel TNI-Polri untuk mengantisipasi. “Jadi penguatan di tempat khususnya indikasi sangat rawan. Polres Bulungan bersama Kodim 0903/Tanjung Selor melakukan dengan cegah tangkal. Untuk itu, TNI-Polri sudah siap dalam rangka pengamanan,” pungkasnya.

Di Tarakan, Wakapolres Tarakan Kompol Andreas mengatakan, di Hari Bhayangkara tahun ini Polri diharapkan semakin profesional dalam menjalankan tugas. “Situasi kamtibmas juga semakin baik dengan peningkatan kerja Polri,” katanya, kemarin (30/6).

Dalam menghadapi pilkada tahun ini, pihaknya sudah mematangkan kebutuhan personel yang akan ditempatkan. Bahkan pihaknya akan menurunkan dua per tiga dari jumlah Personel Polres Tarakan. “Tapi kami masih menunggu KPU terkait dengan jumlah TPS, untuk penempatan personel,” tuturnya.

Dalam pilkada tahun ini, Polres Tarakan akan menurunkan 290 sampai 300 personel. Polri juga akan mendapatkan dukungan pengamanan dari TNI. Unsur personel TNI akan disiapkan 190 personel untuk Tarakan. Jumlah tersebut belum termasuk personel TNI AL dan AU. Namun apabila akan diperlukan, pihaknya juga sudah siap berkoordinasi dengan TNI AL dan AU. Untuk penempatan para personel, semua tahapan pemilu yang berlangsung dipastikan personel TNI-Polri akan melakukan pengamanan.

Pihaknya akan koordinasi dengan KPU Tarakan terkait posisi mana yang akan difokuskan untuk penempatan personel. Pihaknya akan memastikan sistem pengamanan akan disesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi tahapan pemilu akan berjalan di tengah pendemi Covid-19. Untuk di Tarakan, tingkat kerawanan masih dianggap aman. Hal itu berdasarkan dengan pemilu yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Namun pihaknya tidak akan lengah dalam hal pengamanan, lantaran Tarakan merupakan salah satu wilayah yang memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) cukup banyak. “Intinya kami sudah siap. Kami selalu antisipasi untuk pengamanan pilkada ini biar terus aman,” sebutnya.

Di Hari Bayangkara ini, selain akan mengamankan masyarakat selama pilkada berlangsung, beberapa kegiatan juga sudah dikerjakan. Kegiatan itu pun dilakukan pihaknya guna menunjukkkan bahwa Polri selalu menjadi pengayom dan pelindung bagi masyarakat. “Kami lakukan bakti sosial dengan memberikan sembako kepada masyarakat dan donor darah. Kami juga sempat melakukan angjangsana ke beberapa panti asuhan dan panti jompo,” pungkasnya. (akz/zar/lim)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan