Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PDIP ke Hanura atau Gerindra?

anggri-Radar Tarakan • 2020-07-13 09:36:11
Photo
Photo

PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah memproses SK dukungannya. Demikian klaim di kubu Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E, kemarin (12/7). “Tadi (kemarin) Golkar melalui Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto menyerahkan SK dukungannya kepada Pak Irianto dan Irwan Sabri. Yang tengah berproses PKB dan PPP, akan menyusul secepatnya,” kata Juru Bicara Dr. H. Irianto Lambrie, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, kepada Radar Tarakan, Minggu (12/7).

Jika benar demikian, tersisa 4 partai besar yang memungkinkan mengusung 2 pasangan calon (paslon).

Di luar koalisi petahana, beberapa figur masih membangun kecocokan. Yang menguat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan berkoalisi dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Beberapa figur potensial yang akan diusung kedua, H. Udin Hianggio, Irjen Pol Indrajit dan Norhayati Andris.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltara Norhayati Andris membenarkan jika komunikasi masih terus dibangun. Meski demikian, ia menjelaskan jika PDIP sejauh ini juga aktif membangun komunikasi kepada partai lain. Walau begitu ia tidak menampik jika suatu saat PDIP mungkin saja akan berkoalisi dengan partai bentukan mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto itu.

“Bisa jadi, karena PDI ini kan baru 5 kursi tentunya perlu koalisi sama pertai lain juga. Semua masih dalam proses dan saya yakin keputusan dari DPP Partai PDI perjuangan pasti akan memilih yang terbaik di antara yang terbaik,” ujarnya, kemarin (12/7).

Siapa pun figur yang ditawarkan partai akan memiliki peluang yang sama untuk didukung selagi memiliki kesamaan tujuan serta pemikiran.

“Saya yakin dan percaya sesuai keyakinan dan tujuan partai adalah, akan mempersembahkan yang terbaik untuk masyarakat Kalimantan Utara. Dan saat ini masyarakat Kaltara sangat membutuhkan figur-figur yang bisa menjadi harapan bagi masyarakat dan tokoh-tokoh pendiri Kaltara,” tukasnya.

PDIP akan memilih jalan berseberangan dengan petahana dan siap menjadi partai penantang.
“Kelas kami akan menjadi lawan petahana, kalau PDIP akan mengusung siapa pun yang bisa sejalan dengan pemikiran partai,” tegasnya.

Sekertaris DPD Hanura Mursalim Kahar, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. Meski demikian ia mengakui sejauh ini hubungan PDIP dan Hanura masih cukup mesra.

“Selama ini, masih sebatas komunikasi politik. Sehingga saat ini saya belum bisa memastikan apakah nantinya Hanura dan PDIP akan berkoalisi. Yang jelas kemungkinan itu bisa saja terjadi,” tegas Mursalim.

“Memang ada komunikasi intens, tapi persoalan jadi tidaknya kami belum bisa memastikan. Kalau dari Hanura, kami tetap berusaha mendorong kader kami untuk maju. Tapi kalau memang belum siap, mau bagaimana lagi. Tentu kami mendukung figur yang dianggap siap,” sambungnya.
Meski demikian, ia menerangkan perihal upaya lobi-lobi, hal itu diserahkan ke figur yang akan maju. “Kalau kami dari DPD sendiri, belum berkomunikasi dengan PDIP, yang komunikasi langsung ini oleh para figur. Jadi kami hanya menyerahkan sepenuhnya ke bakal calon,” terangnya.

Terkait dukungan, akan diumumkan secepatnya bulan ini. “Sebenarnya kalau dari lebih cepat lebih bagus supaya lebih awal berkoordinasi untuk memenangkan figur yang didukung. Tapi target kami akan mengumumkannya bulan ini,” jelasnya.

Calon yang sudah mendaftar di Hanura memiliki peluang untuk diusung. Hanya, Hanura cenderung menginginkan kader, yakni H. Udin Hianggio. Dalam hal ini, Mursalim menyatakan bahwa perolehan kursi Hanura memang lebih besar, sehingga disarankan agar Hanura mengusung kader di pilgub 2020.

"Jadi entah nanti kami di 01 atau 02, tergantung dari DPP dan pasangannya nanti. Diarahkan kader agar bisa maju, tapi tidak menutup kemungkinan semua calon-calon bisa melobi," pungkasnya.

 

GERINDRA-PDIP?

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) optimistis berkoalisi dengan PDIP. Pasalnya, hingga kini PDIP belum memberikan jawaban jelas soal siapa figur yang akan diusung di Pilgub Kaltara 2020.

Ketua DPD Gerindra Kaltara, Ibnu Saud mengatakan bahwa dalam hal ini pihaknya dan PDIP belum memutuskan secara pasti siapa figur yang akan diusung. Tak hanya PDIP dan Gerindra, namun masih ada beberapa parpol yang menurutnya belum memberikan dukungan seperti PKB, Hanura dan Demokrat.

“Pertanyaannya, apakah Gerindra masih konsisten? Loh, sepanjang belum ada keputusan, kami (Gerindra) masih konsisten untuk berpasangan dengan PDIP. Kalau terkait koalisi, masih banyak parpol yang belum memberikan jawaban pengusungan,” bebernya.

Menurut Ibnu, Gerindra juga dekat dengan PKB dan Hanura. “Tapi saya mau klarifikasi bahwa masih banyak partai, dan kalau dihitung itu masih bisa dua atau tiga pasang calon lagi loh. Kecuali kalau semua memutuskan ke satu pasangan calon, maka masih ada dua. Jadi opsi masih banyak,” jelasnya.

“Jadi niat kami masih ada. Saya sekarang di Jakarta dan berupaya untuk melakukan dialog dan diskusi bersama DPP. Ini yang sedang kami lakukan,” sambungnya.

Disinggung terkait rencana PDIP untuk mengusung Irjen Pol Indrajit dan H. Udin Hianggio, Ibnu belum dapat menjawab. “Ya kita lihat nanti. Bisa iya, bisa tidak. Makanya dilihat kecocokan dulu. Satu hal yang pasti, kami sedang memformulasikan,” ujarnya.

DEMOKRAT GETOL INGIN KADER

Pengurus DPD Demokrat Kaltara juga menginginkan kadernya. Kader yang dimaksud adalah Dr. Yansen TP, M.Si. Seperti diungkap Sekretaris DPD Demokrat Kaltara, Muddain, S.T.

“Yang jelas, Demokrat masih berkomunikasi politik dengan beberapa partai politik lainnya. Yang kedua, kami tetap mengedepankan politik santun. Bahwa tidak elok bagi Demokrat mengklaim koalisi kalau belum resmi,” ujar Muddain, Jumat (10/7).

“Pada saat ini, kami berkomunikasi secara santun saja, jangan sampai terlalu terburu-buru  sampai mencederai perasaan partai lain,” sambungnya.

Ia menegaskan, kalau pun Demokrat harus bersikap saat ini, dukungan itu pasti akan berpihak kepada kader partai. Mengingat sejauh ini terdapat kader partai Demokrat yang digadang-gadang akan maju.

“Sebelumnya saya sudah tegaskan bahwa Demokrat itu milik Pak Yansen, saya berani sampaikan begitu karena saya lihat bahwa Pak Yansen itu mendaftar di Demokrat, yang kedua Pak Yansen bukan hanya ketua DPD, dia juga wakil ketua DPP Demokrat. Artinya Pak Yansen menentukan partai ini bukan untuk Kalimantan saja, tapi se-Indonesia, karena posisinya sebagai wakil ketua DPP Demokrat. Masa sih, ada orang yang struktur kepengurusannya yang tidak tampak di kepengurusan, bisa lebih berkuasa dari wakil ketua umum,” lanjutnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau agar para figur tidak dengan mudah mengklaim dukungan partai. Hal tersebut berkaca pada salah satu figur di luar kader Demokrat yang mengklaim telah mendapatkan dukungan dari partai bentukan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) tersebut.

“Menekankan etika politik itu juga penting, bukan etika bermasyarakat saja. Syarat untuk menjadi gubernur kan tidak mesti pernah punya pengalaman jadi gubernur. Dan juga tidak ada persyaratan gubernur harus didukung semua partai politik. Syarat menjadi gubernur cukup 20 persen kursi di DPRD,” terangya. (*/zac/shy/lim)

 

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan