TANJUNG SELOR – Akibat disambar petir disertai hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, membuat kabel listrik di depan RSD dr. Seomarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor terputus. Akhirnya, nyaris aliran listrik di seluruh wilayah di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor, Kamis (3/9) sekira pukul 11.00 WITA padam. Bahkan beberapa wilayah durasi pemadaman hingga 8 jam.
Petugas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Selor mengetahui informasi itu pun langsung bergegas ke lokasi. Berdasarkan penjelasan Manajer PT PLN ULP Tanjung Selor, Zendy Kurnia Widarto bahwa sekalipun saat itu petugas sudah di lokasi. Tak ditampiknya bahwa perbaikan pada kabel putus itu tidak dapat langsung dikerjakan di lapangan.
Hal ini dikarenakan cuaca tidak mendukung. Yakni, hujan masih membasahi wilayah di mana tempat kabel listrik itu putus. Oleh karenanya, petugas masih menunggu hujan benar-benar reda baru dilakukan perbaikan dengan segera. “Ini untuk safety petugas di lapangan agar lebih terjamin. Itulah mengapa perbaikan saat cuaca masih hujan tak dilakukan,” jelas Zendy kepada Radar Kaltara melalui pesan WhatsApp-nya.
Lanjutnya, putusnya kabel itu memang terbilang cukup parah. Sehingga dalam proses perbaikan petugas di lapangan membutuhkan waktu yang cukup lama. Diperkirakan membutuhkan waktu satu jam. Hanya, memang dalam proses pendistribusian listrik ke wilayah yang padam itu tak dapat dilakukan secara serentak. “Ada beberapa wilayah yang sudah kembali normal. Tapi, wilayah lain masih belum. Misal di Jalan Semangka dan Sengkawit sekitarnya,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat dapat bersabar mengenai permasalahan padamnya listrik ini. Pihaknya meyakinkan bahwa petugas di lapangan sudah mengatasi permasalahan itu. Namun, memang karena adanya suatu kendala sehingga perbaikan tak dapat dilakukan dengan begitu cepat. “Jadi, harapannya memang masyarakat dapat bersabar mengenai permasalahan ini. Kami yakinkan petugas sudah semaksimal mungkin di lapangan,” tegasnya.
Dikatakannya juga, permasalahan seperti ini pun diakuinya bukan kali pertama. Dalam perbaikan ada yang sifatnya cepat ataupun lama. Tergantung dari tingkat kerusakan pada sumbernya, petugas dalam bekerja tetap mengutamakan keselamatan. “Tidak bisa dipaksakan cepat jika memang kondisinya tak memungkinkan,” tuturnya. (omg/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan