Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kasus Bertambah, Momok yang Tak Bergejala

anggri-Radar Tarakan • 2020-09-15 13:55:37
Photo
Photo

TANJUNG SELOR – Belakangan tambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Bulungan dan Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) kejar-kejaran. Tiga hari terakhir ini saja, Bulungan sudah 9 kasus dan Tarakan 5 kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengatakan, dari 9 kasus konfirmasi positif di Bulungan itu, 3 kasus di antaranya baru diketahui pada Minggu (14/9). Sedangkan di Tarakan, ada 1 kasus konfirmasi baru.

“Tiga kasus konfirmasi positif baru di Bulungan itu merupakan kontak erat yang terdiri dari dua laki-laki dengan inisial SG (20) dan RN (45), serta satu perempuan dengan inisial MD (16),” ujarnya kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Senin (14/9).

Sedangkan satu kasus konfirmasi baru di Tarakan itu berinisial SK (56), seorang laki-laki yang merupakan pelaku perjalanan dari Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak dengan melibatkan diri untuk bersama-sama menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, serta sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun.

Selain itu, juga ada tambahan pasien sembuh sebanyak seorang laki-laki di Bulungan dengan inisial MS (49) yang merupakan pelaku perjalanan dari Ternate. 

Serta 3 orang di Tarakan yang terdiri dari AJ (34) yang merupakan pelaku perjalanan dari Ternate, RM (34) transmisi lokal, dan AS (39) pelaku perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur. Ketiga pasien yang sembuh ini berjenis kelamin perempuan.

Dengan demikian, total kasus konfirmasi di Kaltara naik menjadi 475 kasus dengan angka kesembuhan sebanyak 394 orang dan yang meninggal dunia 3 orang.

Sedangkan yang hingga kini masih dirawat sebanyak 78 orang dengan rincian 28 orang di Tarakan, 38 orang di Bulungan, 9 orang di Malinau, 2 orang di Nunukan, dan 1 orang di Tana Tidung. “Melihat kondisi yang ada saat ini, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19 ini,” pungkasnya.

CENDERUNG NAIK

Di Tarakan Pasien terinfeksi Covid-19 yang dirawat dan dipantau tersisa 29 orang. Namun kontak erat dan kasus suspek yang dalam pemantauan, masih terbilang cukup tinggi. Yakni kontak erat tercatat sebanyak 307 orang, dan kasus suspek 180 orang yang dipantau.

Dijelaskan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala masih menjadi bumerang saat ini. Sehingga masyarakat diminta terus mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Apalagi sejauh ini masih terdapat penambahan kasus. Senin (14/9) kemarin terdapat lagi satu tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, yang masih dari kalangan pelaku perjalanan. Yakni S (56) tinggal di RT 19, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah.

“Sama dengan kasus ke-177, juga merupakan pelaku perjalanan dari Samarinda,” terangnya.

Sehingga jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi di Tarakan mencapai 181 orang. Namun terdapat juga tambahan tiga orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Yakni kasus ke-155 R (34) warga RT 04, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah. Kasus ke-156 AJ (34) warga RT 04, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Serta kasus ke-157 AS (39) warga RT 18, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah.

“Jadi jumlah kumulatif pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 152 orang,” lanjutnya.

Sedangkan pasien yang masih berstatus positif Covid-19 dan dalam masa perawatan tersisa 29 orang. Yakni 22 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), 3 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, 2 orang dirawat di rumah sakit Tanjung Selor, dan 2 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Lantas seperti apa bentuk pengawasan pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah? Dalam hal ini, dijelaskannya pasien tersebut dipantau oleh tenaga medis dari puskesmas setempat. Pengawasan maupun pemantauan juga dilakukan secara virtual, atau telepon.

“Sebelum melakukan isolasi mandiri juga rumahnya dipastikan apakah layak untuk isolasi mandiri, jangan sampai menularkan ke keluarga atau orang lain. Kalau ada keluhan juga bisa disampaikan by phone, nanti ada petugas yang datangi,” tutupnya.

KABAG  HUMAS PEMKAB NUNUKAN NEGATIF

Di Nunukan kabar hasil rapid test reaktif Kabag Humas Pemkab Nunukan, Hasan Basri terjawab dengan hasil negatif spesimen diagnosa dirinya yang keluar sejak Minggu (13/9) malam melalui Satgas Covid-19 Nunukan.

Kabag Humas Pemkab Nunukan, Hasan Basri akhirnya menyampaikan hasil swab dirinya negatif.

“Ya, hasil swab spesimen saya yang diambil sejak Kamis (10/9) pekan lalu, telah disampaikan langsung oleh Satgas Covid-19. Syukur alhamdulillah, hasilnya negatif,” ujar Hasan Basri, merilis informasi tersebut melalui video di WhatsApp, Senin (14/9).

Hasan sendiri mengaku telah menjalani isolasi mandiri selama kurang lebih 5 hari. Menjalani itu, diakui Hasan, stigma terhadap orang yang terpapar Covid-19, sangatlah luar biasa. Apalagi dirinya memang sudah sering berinteraksi kepada masyarakat banyak secara sosial maupun lisan.

“Luar biasa stigmanya, tiba-tiba tidak ada kontak fisik dengan keluarga, dengan teman dan dengan orang lain sekalipun, itu sangat membuat mental kita rontok,” cerita Hasan.

Dengan hasil negatif, Hasan berharap dapat memberikan ketenangan kepada orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya selama sepekan terakhir. Selanjutnya, Hasan pun menegaskan akan kembali beraktivitas seperti biasa. ”Ya, selanjutnya saya akan beraktivitas seperti biasa lagi, masuk kantor dan menjalakan tugas sebagai kepala Bagian Humas Pemkab Nunukan,” beber Hasan.

Bupati Nunukan, Hj. Asmin  Laura Hafid, juga mengaku telah menerima kabar dari Satgas Covid-19 Nunukan, soal hasil swab spesimen diagnosa yang menyatakan Hasan Basri bebas dari Covid-19.

Menurut Laura, Covid-19 bukanlah aib, tetapi bagaimana komitmen diri sendiri untuk tetap menjaga diri dan patuh terhadap protokol yang telah ditetapkan. Laura mengapresiasi Hasan, dengan berani menyampaikan ke publik secara langsung.

“Itu salah satu contoh yang harus kita tiru, agar bagaimana segala sesuatunya biarkanlah berjalan semestinya, tidak perlu disembunyikan. Jika memang ada yang positif, baiknya kita doakan bersama agar semua bisa segera pulih,” singkat Laura.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Nunukan, Aris  Suyono megatakan, pada Minggu (13/9), Satgas Covid-19 memang mendapati informasi pemeriksaan diagnosis, dari spesimen diagnosa yang telah dikirimkan sebelumnya sebanyak 13 orang. Semuanya dinyatakan negatif dan salah satu diantaranya, adalah hasil spesimen diagnosa dari Kabag Humas Pemkab Nunukan, Hasan Basri.

“Ya, kita semua saya rasa sudah tahu sebelumnya, Pak Kabag Humas Pemkab Nunukan, Hasan Basri sempat reaktif, namun hasil swab-nya telah keluar dan dinyatakan negatif,” ujar Aris melalui konferensi pers, kemarin (14/9).

Dijelaskan Aris, data terakhir per 27 Minggu, sudah ada 54 orang yang positif Covid-19. Dari 54 pasien, sudah ada 52 pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan begitu, angka kesembuhan di Nunukan, sudah mencapai 96,3 persen

Dari persentase kasus yang ada, 62,96 persen berasal dari Klaster Gowa, 14,1 persen berasal dari pelaku perjalanan. Selanjutnya berasal dari Klaster Transmisi Lokal, dengan persentase sebanyak 11,11 persen. Persentase itu, disebut cukup tinggi dan membuktikan bahwa, di Nunukan memang sudah terjadi transmisi penularan.

“Ini mengingatkan kita semuanya khususnya masyarakat Nunukan, untuk selalu patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan menhindari kerumunan. Kemudian Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sebab dengan disiplin inilah, Covid-19 bisa dicegah dan ditekan penularannya,” imbau Aris.

Satgas Covid-19 sendiri, saat ini masih memantau kontak erat dari kasus konfirmasi positif terakhir yang hingga saat ini, masih tercatat sebanyak 24 kontak erat yang sedang menjalani masa karantina secara mandiri.  Sementara kontak erat yang sudah dinyatakan selesai pemantauannya, hingga saat ini terhitung dari awal penanganan, sudah ada tercatat 686 kontak erat, yang sudah dinyatakan selesai menjalani pemantauan. (iwk/*/one/raw/lim)

 

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan