SETIDAKNYA ada 29 orang yang terdeteksi reaktif dari hasil pemeriksaan rapid test massal yang dilakukan Satgas Covid-19 di Kantor Bupati Nunukan, Kamis (22/10). Sebanyak 29 orang yang reaktif tersebut, langsung dilakukan pengambilan spesimen Jumat (23/10), diteruskan ke pemeriksaan swab di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.
Itu diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono kepada media ini ketika dikonfirmasi perkembangan hasil rapid test massal, Jumat (23/10). Aris membenarkan, dari 246 aparatur sipil negara (ASN) yang menjalani rapid test, 29 di antaranya reaktif. “Dari 246 yang rapid test, 29 reaktif, hari langsung diambil swab-nya,” ujar Aris ketika diwawancarai, Jumat (23/10).
Turut dijelaskan, masih tersisa 254 orang lagi yang seharusnya menjalani rapid test. Sisanya melakukan rapid test di Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan. Dari sisa sebanyak 254 tersebut, hasilnya belum bisa disampaikan Aris, karena masih dalam proses. “Tambahannya sore ini (kemarin) kemungkinan selesai, hasilnya belum direkap, semoga tidak ada tambahan lagi lah yang reaktif,” harap Aris.
Sejauh ini, hasil tracing (penelusuran) kontak erat lainnya dari pasien baru NNK-68 yang terkonfirmasi, sudah dilakukan pemeriksaan dengan rapid test. Hasilnya belum ada yang ditemukan reaktif. Dari riwayat kasus yang ada, sudah ada sebanyak 6 ASN termasuk tenaga kesehatan (nakes) yang positif, namun 5 di antaranya telah sembuh.
Sementara itu, Jubir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Hasan Basri Mursali mengatakan, memang akan ada 500 orang yang diwajibkan menjalani rapid test. Meski dilakukan pemeriksaan, Hasan memastikan, pelayanan di Kantor Bupati saat itu hingga Jumat (23/10), tetap berjalan normal seperti biasanya karena ASN yang terkonfrimasi positif, tidak masuk kantor selama 14 hari sebelum dinyatakan positif.
“Ya, alasan itu membuat kami tetap buka pelayanan di Kantor Bupati. Tapi memang agak sedikit terlambatlah pelayanan karena sambil menunggu pegawai selesai di-rapid test semua. Semoga saja tidak ada penularan, kita harus sama-sama berdoa,” harap Hasan.
BELASAN SEMBUH DI BULUNGAN
Belasan pasien di Bulungan dinyatakan sembuh. Berdasarkan data yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara jumlahnya sebanyak 12 pasien.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agus Suwandy menyampaikan, data yang ia terima dari kabupaten kota sebanyak 12 pasien dinyatakan sembuh. Rinciannya, BH (26) laki-laki, SR (39) laki-laki, SS (36) perempuan, SP (42) perempuan SM (37) laki-laki, MDF (6) laki-laki, MZR (10) laki-laki, AP (28) laki-laki, JP (25) perempuan, SG (46) perempuan, TJ (39) laki-laki, RDS (23) perempuan.
“Berdasarkan data yang masuk total ada 12 pasien yang dinyatakan sembuh dan semuanya dari Bulungan,” ucap Agus Suwandy, kemarin.
Dijelaskan, selain pasien yang dinyatakan sembuh ada 8 tambahan pasien konfirmasi positif yang teridiri dari Bulungan 2 pasien dan Tarakan 6 pasien. Pertama VN (3) perempuan, FR (41) laki-laki dari Bulungan sedangkan dari Tarakan IA (27) laki-laki, FT (34) perempuan, PH (28) perempuan, EJ (43) laki-laki, RY (33) perempuan, NP (47) laki-laki.
Sehingga, total ada 761 pasien positif di Kaltara, 614 orang sudah dinyatakan sembuh, 7 orang meninggal dunia dan 113 masih dirawat. Terdiri dari Tarakan 63 orang, Bulungan 45 orang, Malinau 2 orang dan Tana Tidung 2 orang dan 1 orang di Nunukan.
“Tambahan positif transmisi lokal 2 orang dan 6 orang kontak erat. Kondisi yang sama dengan pasien yang dinyatakan sembuh terdiri dari kontak erat dan transmisi lokal,” sebutnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kabid P2P Dinkes Bulungan ini merincikan total ada 754 orang dinyatakan positif terbanyak di Tarakan 314 orang, disusul Bulungan 223 orang, kemudian Malinau 137 orang, selanjutnya Nunukan 68 orang dan terakhir Tana Tidung 12 orang.
“Untuk kesembuhan sebanyak 641 orang dari 754 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Rinciannya, Dominasi Tarakan 258 orang, Bulungan 171 orang, Malinau 135 orang, Nunukan 67 orang dan Tana Tidung 10 orang,” pungkasnya.
KLASTER KONTAK ERAT BERTAMBAH
Penambahan kasus terkonfirmasi dari kontak erat masih terus bertambah. Dalam empat hari terakhir ini, sudah 34 tambahan kasus positif Covid-19 di Tarakan. Sehingga pasien terkonfirmasi yang dirawat mencapai 61 orang.
Dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, Jumat (23/10), bertambah lagi enam kasus terkonfirmasi. Yakni kasus ke-315 IA (27) warga RT 13, Kelurahan Kampung Satu/Skip, Tarakan Tengah. Kasus ke-316 FT (34) warga RT 03, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah.
Kasus ke-317 PK (28) warga RT 10, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah. Kasus ke-319 RY (33) warga RT 54, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Serta N (47) warga RT 09, Kelurahan Karang Balik, Tarakan Barat.
Lanjutnya, lima tambahan ini merupakan kasus transmisi lokal, atau kontak erat dari pasien positif terdahulu. “Kasus ke-315, 316, 317 dan 319 kontak erat dengan kasus ke-290. Kemudian kasus ke-320 ada hubungannya dengan kasus ke-289. Kasus ke-318 merupakan suspek, yang saat ini dirawat di RSUD Tarakan,” terangnya.
Sehingga pasien positif yang masih dalam perawatan mencapai 61 orang. Sedangkan kontak erat yang dipantau masih berada di angka 435 orang, dan kasus suspek sebanyak 211 orang.
Kendati demikian dr. Devi mengatakan penambahan kasus konfirmasi Covid-19 kebanyakan dari klaster kontak erat. Dalam hal ini dia mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. Minimal melakukan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Seluruh masyarakat Kota Tarakan wajib patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar Covid-19 tidak semakin menyebar dan meluas,” imbaunya. (raw/*/one/lim)
Editor : anggri-Radar Tarakan