Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sudah Groundbreaking, PLTA Minim Berprogres

anggri-Radar Tarakan • 2021-11-09 15:32:58
BELUM DIBANGUN: Pembangunan fisik PLTA Sungai Kayan hingga kini belum berprogres signifikan. Tampak aktivitas pelayaran masyarakat di wilayah hulu Sungai Kayan./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA
BELUM DIBANGUN: Pembangunan fisik PLTA Sungai Kayan hingga kini belum berprogres signifikan. Tampak aktivitas pelayaran masyarakat di wilayah hulu Sungai Kayan./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

TANJUNG SELOR – Groundbreaking atau peletakan batu pertama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Bulungan telah dilakukan pada 18 Januari 2014 silam. Namun, hingga saat ini pembangunan fisik belum berprogres signifikan.

Direktur Operasional PT KHE, Khaeroni mengatakan, sampai saat ini pembangunan fisik bendungan belum bisa dilakukan karena masuk kawasan hutan. Untuk memulai kegiatan, pihaknya masih menunggu izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH). “Sekarang ini kita belum bisa membangun, karena masih menunggu IPPKH,” kata Khaeroni kepada Radar Kaltara, Minggu (8/11).

Sehingga, untuk pembangunan konstruksi belum ada progres. Meski begitu, untuk kegiatan lainnya, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan pembebasan lahan tetap on progres. “Sekarang ini izin tebang juga masih berproses,” ujarnya.

Begitu juga dengan izin gudang penyimpanan bahan peledak hingga saat ini masih berproses. Sementara, untuk mesin bor peledakan sedang dalam tahap proses pengiriman. “Sekarang ini saya sudah merencanakan mobilisasi mesin bor peledakan ke lokasi,” ungkapnya. Proses peledakan direncanakan dilakukan pada Februari-Maret 2022 mendatang jika tidak ada kendala. “Iya, mudahan saja tidak ada kendala dan proses perizinan bisa cepat keluar,” harapnya.

Sebab, jika perizinan belum diterbitkan maka proses peledakan tidak dapat dilakukan. “Pembangunan PLTA ini tidak semudah yang dibayangkan. Butuh proses panjang dan banyak izin yang harus dipenuhi,” ungkapnya. Hal itulah yang menyebabkan proses pembangunan sedikit terhambat. Meski begitu, pihaknya memastikan seluruh proses akan berjalan secara paralel. “Semua akan berjalan secara paralel. Jadi, semuanya bisa selesai secara bersamaan,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK),  saat ini KHE juga tengah mengembangkan PLTA Kayan Cascade. Ini dilakukan untuk menuju energi baru terbarukan (EBT) serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau. "Nilai investasi PLTA Kayan Cascade ini mencapai USD 17,8 miliar,” bebernya.

Rencananya, listrik yang dihasilkan dari PLTA Kayan Cascade ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan pelabuhan. Khususnya, di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. “Kita juga akan suplai ke IKN (ibu kota negara) baru,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani berharap PLTA berjalan secara paralel dengan KIPI. Sehingga, dapat menyuplai listrik di kawasan industri tersebut. “Kalau terkait IPPKH. Itu kewenangan pemerintah pusat dengan investor,” bebernya.

Daerah, sambung Syarwani, tidak memiliki kewenangan terkait perizinan tersebut. Oleh karena itu, investor diharapkan masif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. “Pembangunan ini kan sudah direncanakan sejak lama. Tetapi, sampai sekarang ini belum ada progres,” bebernya. (*/jai/eza)

 

 

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan