Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemkab Warning Manajemen Rumah Sakit

anggri-Radar Tarakan • 2021-12-15 15:23:46
PROSES PEMBANGUNAN: Sarana dan prasarana RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor juga mendapat perhatian pemerintah./PIJAI PASARIJA/RADAR TARAKAN
PROSES PEMBANGUNAN: Sarana dan prasarana RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor juga mendapat perhatian pemerintah./PIJAI PASARIJA/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan me-warning (peringatan) manajemen  RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor terkait pelayanan kesehatan yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi tahun ini, ada dua indikator yang dinilai Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  kurang baik. Khususnya terkait jam layanan dan sarana dan prasarana (sarpras).

“Kalau terkait layanan ini saya selalu men- stressing (penekanan) kepada manajemen RSD,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara kala ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/12).

Apalagi sejauh ini masih banyak ditemukan pasien yang menunggu lama karena belum ada dokter. Karena itu, jam visiter harus diperbaiki.

“Kalau jam 9. Iya, dokter sudah harus melakukan visiter. Sehingga, pasien tidak menunggu lama,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa lambannya viseter ini terjadi karena adanya dokter yang masih praktek di pagi hari. Pemerintah berharap agar kedepan hal ini bisa diperbaiki sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal.

“Sarana dan prasarana masih kurang. Tetapi, paling tidak layanan yang diberikan bisa tetap berjalan maksimal,” harapnya.

Karena itu, diharapkan tahun depan pelayanan RSD bisa diperbaiki bukan menambah masalah baru. Ia juga berharap kepada seluruh perawat agar memberikan pelayanan dengan sugesti.

“Artinya, dalam memberikan pelayanan harus ramah serta berbahasa yang lembut. Kalau sudah ada omelan dan berbahasa kasar orang yang sakit. Iya, tambah sakit,” ungkapnya.

Bahkan, orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini mengaku kerap menerima laporan dari keluarga pasien terkait hal tersebut.

“Hampir setiap dua malam saya turun ke rumah sakit untuk mendatangi keluarga pasien dan saya tidak mengabari manajemen rumah sakit,” ujarnya.

Hal ini dilakukan untuk menggali informasi terkait layanan yang diberikan kepada pasien. “Nah, kebanyakan pasien itu mengeluhkan terkait pelayanan yang kurang baik. Jadi, saya minta perawat maupun karyawan lainnya agar memberikan pelayanan yang baik kepada pasien,” harapnya.

Atas dasar itu, Syarwani memerintahkan Dewas untuk melakukan evaluasi per tiga bulan. Termasuk progres serapan anggaran. “Kalau layanan rumah sakit buruk. Yang ditampar itu Pemda Bulungan. Tetapi, kalau baik layanan baik pasti ada apresiasi yang diberikan kepada rumah sakit maupun Pemda Bulungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bulungan, H. Imam Sujono meminta agar masyarakat bisa memahami terkait pelayanan ini. Apalagi saat ini pembenahan sarpras masih berproses.

“Iya, kita harapkan dengan adanya pembenahan ini pelayanan bisa lebih maksimal lagi,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat diharapkan bisa memahami kondisi saat ini. Apalagi, proses pembangunan memakan waktu lama.

“Peningkatan sapras akan terus dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat sesuai arahan bapak Bupati,” pungkasnya. (*/jai/ana)

Editor : anggri-Radar Tarakan