Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jalan Rusak Parah di Tarakan, Berharap Pemerintah Peka

izak-Indra Zakaria • 2023-09-06 10:21:49
MEMPRIHATINKAN: Kondisi Jalan Slamet Riyadi yang mengalami kerusakan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MEMPRIHATINKAN: Kondisi Jalan Slamet Riyadi yang mengalami kerusakan. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

 Meski saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan beberapa perbaikan jalan, namun saat ini masih terdapat banyak titik jalan yang mengalami kerusakan.

Salah satunya ialah kondisi jalan di Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat. Jalur yang menjadi jalan alternatif masyarakat semakin hari kondisinya semakin parah sehingga kondisi ini cukup membahayakan pengendara yang melintas. Arifin (40) salah satu pengendara yang kerap melintasi jalan tersebut menerangkan, rusaknya jalan tidak terlepas seringnya truk melintas di kawasan tersebut. Lanjutnya, beberapa kerusakan jalan tersebut menjadi teror masyarakat apalagi saat kawasan tersebut digenangi air. 

“Kalau orang jatuh belum pernah lihat langsung, tapi kalau kata warga sekitar sini sering. Ini bahaya karena ada pipa gas di sini. Selain itu lubangnya lumayan dalam, jadi kalau pas banjir kita takut ban kendaraan kita masuk lubang karena kita tidak bisa lihat lubangnya di mana,” tuturnya, Senin (4/9).

Menurutnya, seharusnya jalan ini menjadi perhatian khusus lantaran sangat padat dilalu kendaraan. Selain itu, kata dia, minimnya penerangan jalan di Jalan Slamet Riyadi membuat jarak pandang pengendara terbatas di malam hari. “Ada beberapa titik ini, ada juga di depan ruko menuju Perumnas.

Saya heran jalan di Tarakan cepat betul rusak, apakah memang disengaja dibuat tidak awet atau bagaimana. Seingat saya ini jalan 1 atau 2 tahun lalu pernah diperbaiki, tapi rusak lagi,” tuturnya.

Hermawan, warga Kelurahan Anyar menerangkan, beberapa kali terjadi kecelakaan di jalan titik kerusakan tersebut. “Kalau malam paling sering, biasanya kecelakaan satu arah. Orang mau menghindar lubang tapi ditabrak dari belakang dengan kendaraan arah yang sama.

Iya, jadi memang kecelakaan di sini karena faktor rusaknya jalan ini, kalau tidak rusak orang tidak menghindari kerusakan dan dia tidak akan kecelakaan,” tukasnya.

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kaltara, Maria Ulfa menerangkan, persoalan jalan menjadi persoalan utama lantaran menjadi penghubung segala pelayanan kepada masyarakat. Apalagi hal tersebut berhubungan dengan keselamatan jiwa seseorang.

“Kami menyadari masih banyak PR Pemerintah Kota dalam membenahi pelayanan, mungkin kepala daerah sering memberi atensi sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sosial, namun diperlukan sikap konsisten dalam memberi perhatian bagi infrastruktur.

Tentu kepala daerah dapat melakukan sebagai mana fungsi pembina yang tidak bosan-bosannya mengingatkan kepala daerah OPD selalu responsif menindaklanjuti apa. Yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya. (zac/lim)

 

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria