TARAKAN – Pemerintahan Khairul dan Effendhi Djufrianto mulai menyiapkan rotasi di jajaran pejabat eselon II. Apalagi, ada 12 jabatan yang saat ini hanya diisi pelaksana tugas. Termasuk jabatan sekkot Tarakan yang ditinggalkan Firmananur.
Seleksi jabatan kepala dinas sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Sedangkan jabatan sekkot dimulai Senin (20/5). “Sudah dilaksanakan job fit (uji kesesuaian), tapi hasilnya masih dikompilasi dulu,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Kota Tarakan Budi Prayitno, Senin (20/5).
Disebutkannya, ada 21 pejabat yang mengikuti seleksi. Seluruhnya merupakan pegawai di lingkungan Pemkot Tarakan. Nantinya, apabila masih ada jabatan yang lowong, pansel akan menindaklanjuti dengan membuka seleksi terbuka. Termasuk jabatan sekkot pihaknya memberi kesempatan bagi seluruh PNS di Kaltara yang memenuhi kualifikasi persyaratan.
“Untuk sekda, hari ini (Senin) pengumuman sampai 15 hari. Jadi, (pengawai, Red) kabupaten/kota se-Kaltara (boleh ikut seleksi), termasuk provinsi,” ujarnya.
Syaratnya, di antaranya usai maksimal 56 tahun, pangkat eselon II dan telah mengikuti PIM II. Namun, Budi Prayitno belum mendapat laporan jumlah pendaftar untuk seleksi sekkot. Di lingkungan Pemkot Tarakan, sepengetahuan Budi ada beberapa orang yang memenuhi kualifikasi.
“Kami sarankan untuk ikut seleksi,” ujar pria yang juga masih menjabat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Tarakan ini.
Usai pendaftaran, tahapan selanjutnya yaitu seleksi administrasi, wawancara, assessement, pembuatan makalah dan tahapan lain. Pansel seleksi sekkot melibatkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, kalangan akademisi dari Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Borneo Tarakan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bulungan–Tarakan.
Disinggung peluangnya untuk ikut berkompetisi, Budi memastikan bahwa peluangnya telah tertutup. Karena terganjal usia yang melebihi setahun dari batas usai maksimal yang ditentukan. (mrs/fen)
Editor : uki-Berau Post