Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Keributan Berujung Tawuran di Kampus UBT Diusut

izak-Indra Zakaria • 2019-10-04 14:45:41

TARAKAN – Rektorat Universitas Borneo Tarakan memastikan telah menyelesaikan persoalan tawuran antarmahasiswa yang terjadi beberapa waktu lalu, dan mengakibatkan dibakarnya satu unit kendaraan roda dua milik mahasiswa, serta rusaknya sejumlah fasilitas gedung perkuliahan.

Terkait penyelesaian terhadap satu unit kendaraan roda dua yang dibakar, pihak rektorat telah menggantinya dengan sumbangan uang pribadi rektor, wakil rektor dan dekan yang kemudian terkumpul Rp 14 juta untuk membeli satu unit sepeda motor.

Namun, Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof. Adri Patton mengatakan, kasus itu kemungkinan akan diusut tuntas melalui proses hukum. Karena menurutnya, tuntutan itu berdasarkan hasil pertemuan kedua fakultas yang difasilitasi Rektorat UBT, belum lama ini.

Menurutnya, meskipun berdamai, namun mahasiswa juga menuntut dituntaskan kasus itu melalui proses hukum. Proses penegakan hukum sendiri sedang berjalan. Dimana pihak yang dirugikan telah membuat laporan ke polisi untuk ditindaklanjuti.

“Pelapor juga sedang berjalan, proses sudah berjalan dan dalam penanganannya juga polisi perlu waktu,” ujar Adri Patton. Di sisi lain, pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran kode etik. Menurut Adri Patton, tim kode etik UBT sedang mengevaluasi siapa pemicu dan apa penyebabnya. 

Adri Patton menegaskan tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi yang diberikan kepada pelaku apabila terbukti melanggar kode etik. “Sanksi tentu ada. Ada dari sanksi akademis. Kan mereka dibawa di fakultas masing-masing. Dekannya memberikan sanksi apa, dari WR 1 seperti apa, itu akan dibicarakan lagi, dan nanti ditandatangani rektor. Dan, kita juga dulu pernah mengeluarkan dan memberhentikan mahasiswa. Bisa saja, apalagi nanti sanksinya disamping kode etik yang dilanggar, juga sanksi yang berhubungan dengan pidana,” bebernya. 

Dia pun mengingatkan mahasiswa agar bersama-sama menjaga kondusifitas kampus. Menurutnya, bukan saatnya lagi melakukan demo dan keributan di lingkungan kampus, di era Revolusi Industri 4.0, saatnya berpikir bagaimana mengejar prestasi, bukan lagi melakukan hal-hal yang tidak baik. 

Pihaknya juga terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan positif. Dengan mendukung kegiatan kemahasiswaan, baik di bidang olahraga, MTQ, KKN kebangsaan, pelayanan bela negara dan lain-lain. (mrs/fen) 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Kaltara