Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Najamuddin-dr Ari Hampir Final

uki-Berau Post • 2020-07-04 19:18:29
JELANG PILKADA: Dr Ari Yusnita (tengah) bersama Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di DPP Partai NasDem di Jakarta, Jumat (3/7). (IST)
JELANG PILKADA: Dr Ari Yusnita (tengah) bersama Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di DPP Partai NasDem di Jakarta, Jumat (3/7). (IST)

TARAKAN — Pintu Najamuddin-Ari Yusnita untuk maju pada pemilihan bupati dan wakil bupati Bulungan terbuka lebar, setelah partainya masing-masing memberi restu mengusung keduanya. 

Demokrat yang merupakan partai tempat bernaung Najamuddin, telah menugaskan dia untuk mencari pasangan. Selain kader, Najamuddin juga menjabat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara. 

“Demokrat sudah mengeluarkan surat tugas ke H Najamuddin. Surat tugas itu diberikan kepada H Najamuddin untuk melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai koalisi maupun mencari calon wakil bupati di Kabupaten Bulungan,” ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kaltara, Mudain, Jumat (3/7). 

Mandat tersebut tidak disia-siakan Najamuddin. Mudain yang sedang menemani rekannya itu di Jakarta mengaku, Najamuddin sudah mendapat restu partai NasDem untuk menduetkan kadernya, Ari Yustina. Ia memperkirakan peluang keduanya berpasangan sudah hampir 90 persen. 

Dengan sinyal positif dari NasDem, Mudain memastikan bahwa partainya akan mengusung Najamuddin sebagai calon Bupati Bulungan. Tinggal memenuhi syarat pengusungan calon. Karena Demokrat dan NasDem masing-masing hanya mengumpulkan dua kursi di DPRD Bulungan. 

Informasi yang diperoleh Mudain, kadernya sedang menjajaki komunikasi dengan beberapa partai lain. Salah satunya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

“Yang jelas kemungkinan ada dua sampai tiga partai politik di luar Demokrat, NasDem, dan PKS yang masih berkomunikasi ke kita untuk memberikan dukungan politiknya,” bebernya.  

Partainya sendiri punya alasan mengusung Najamuddin meskipun pernah mengalami kegagalan saat mencalonkan diri di Pilkada 2015. Menurut Mudain, salah satu tolak ukurnya selain karena kader, adalah perolehan suara yang diraih Najamuddin pada pemilihan legislatif (pileg) 2019 lalu. 

Bertarung pada pemilihan calon anggota DPRD Kaltara daerah pemilihan Bulungan, Najamuddin memperoleh suara terbanyak di antara calon lain. Dalam hal ini, Mudain menilai rekannya tersebut punya modal politik karena dipercaya masyarakat Bulungan dengan mendapatkan suara terbanyak.

Di luar modal politik, Najamuddin dinilai sebagai pengusaha sukses. Dalam hal ini Mudain menilai rekannya itu akan mampu mengelola sistem manajemen pemerintahan Kabupaten Bulungan. 

Alasan lain, ia menilai Najamuddin memiliki komunikasi yang menarik dan terbukti mampu diterima masyarakat Bulungan. Najamuddin juga punya jiwa politik yang kuat, terbukti rela melepas jabatannya sebagai anggota DPRD Kaltara saat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Bulungan pada 2015 lalu. Dan hal itu berpeluang terjadi lagi jika Najamuddin maju di Pilkada 2020. Namun kali ini ia percaya diri diusung sebagai bakal calon bupati. 

Sementara itu, pihaknya pun punya alasan merestui Ari Yusnita sebagai pasangan Najamuddin. Sebab memiliki pengalaman politik dengan pernah menjabat anggota DPR RI dari Partai NasDem. Menurutnya, hal itu modal dalam membangun komunikasi dengan pemerintah (pusat). 

“Berdasarkan informasi yang kita dapatkan di kantor DPP NasDem menyatakan bahwa dr Ari ini punya kemampuan komunikasi politik yang cukup bagus di Senayan. Dr Ari punya link di beberapa kementerian pada saat beliau duduk sebagai anggota DPR RI di Komisi VII. Dan berdasarkan informasi yang kita dapatkan beliau juga punya kepercayaan diri yang luar biasa untuk memperjuangkan daerah pemilihan di mana beliau terpilih pada saat itu yaitu Kaltara,” bebernya.  

Selain itu, rekam jejak putri Jusuf Serang Kasim ini di masyarakat selama menjabat anggota DPR RI, dinilai sangat terasa oleh masyarakat Kaltara. Tambahnya, jika berbicara Bulungan, perjuangan politik yang dilakukan Ari Yusnita sampai saat ini dinilai masih dibicarakan masyarakat Bulungan. 

“Sehingga kami menganggap bahwa hadirnya dr Ari mendampingi pak H Najamuddin di insyaallah dan kami yakin terpilih. Maka kami yakinkan bahwa perkembangan pembangunan Kabupaten Bulungan akan jauh lebih cepat dengan bantuan komunikasi politik dan pengalaman politik ibu dr Ari di Senayan untuk mempercepat proses pembangunan,” lanjutnya. 

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltara, Supaad Hadianto, membenarkan restu DPP Partai NasDem untuk pasangan Najamuddin-Ari Yusnita. 

Keputusan itu berdasarkan hasil rapat Badan Pemenangan Pemilu (Bapil) DPP Partai NasDem yang dihadiri Ketua Bapilu DPP Partai NasDem Prananda Paloh dan sejumlah pengurus Bapilu DPP Partai NasDem pada 1 Juli di kantor DPP Partai NasDem.  

“Itu adalah hasil dari keputusan rapat pada tanggal 1 Juli itu bahwa untuk Kabupaten Bulungan partai NasDem sudah memutuskan untuk mengusung pak H Najamuddin dari partai Demokrat, kemudian dari partai NasDem kita mengusung calon wakil bupatinya adalah dr Ari Yusnita,” bebernya, Jumat (3/7). 

Ada pun pengusungan secara resmi melalui surat keputusan, Supaad menjelaskan sedang berproses. Diperkirakan satu atau dua hari ke depan rekomendasi akan terbit. 

Hasil survei dua lembaga survei nasional juga menjadi alasan utama partainya mengusung Najamuddin-Ari Yusnita. Supaad membeberkan, dari survei tersebut, elektabilitas Najamuddin dan Ari Yusnita mempunyai peluang besar untuk bisa menang dalam pilkada Bulungan. 

“Itulah dasar yang paling mendasar sehingga DPP Partai NasDem mengusung H Najamuddin dan dr Ari untuk berpasangan,” ungkapnya. 

Ia juga menekankan bahwa Najamuddin dan Ari Yusnita diusung NasDem tanpa mahar. Ia memastikan apapun yang dilakukan kandidat tidak mahar serupiah pun. Kalau ada kader yang melakukan pungutan, apabila ada barang bukti, pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan sebagai kader partai.

Dengan telah memberikan restu, Supaad memastikan partainya juga sudah memutuskan untuk  berkoalisasi dengan Demokrat. Informasi yang ia peroleh, masih ada partai lain yang juga akan bergabung dalam koalisasi untuk mengusung Najamuddin dan Ari Yusnita. Namun ia enggan membeberkan partai tersebut. 

Ari Yusnita menyambut baik hasil rapat Bapilu DPP Partai NasDem yang mengusung dirinya. Ia pun siap memperjuangkan amanah yang diberikan untuk memberikan kemenangan.

“Selesai juga prosesnya dan juga tentunya sebagai kader NasDem saya pastinya berjuang untuk memenangkan di Pilkada 2020 bersama dengan Pak Najamuddin,” ungkapnya, Jumat (3/7). (*/mrs/mua)

Editor : uki-Berau Post
#politik