Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tarakan Menanti Status Zona Hijau

uki-Berau Post • Rabu, 22 Juli 2020 - 02:07 WIB
Photo
Photo

TARAKAN – Angka kesembuhan pasien Covid-19) di Tarakan telah mencapai 100 persen. Hal itu menyusul 14 pasien yang tersisa dinyatakan sembuh, kemarin Senin (20/7). 

Sehingga total 87 orang yang telah sembuh dari Covid-19. Tarakan juga tanpa tambahan pasien positif lagi. Dengan capaian itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, Khairul berencana akan melonggarkan pengawasan beberapa kegiatan. Seperti di pintu keluar masuk bandara dan pelabuhan. 

“Kita tetap harus hati-hati. Yang sekarang ini kita lakukan masih pengetatan di pintu masuk. Tetapi, nanti akan kita longgarkan di awal bulan (Agustus). Kita lihat di pintu-pintu masuk, terutama bandara dan pelabuhan,” terang Khairul, Senin (20/7). 

Namun, pihaknya akan memperkuat implementasi protokol kesehatan. Selain itu, penguatan juga dilakukan pada pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) masif secara random xampling di kelompok-kelompok risiko tinggi. Untuk memastikan tidak ada lagi proses transmisi lokal. 

Khairul juga berencana mengembalikan sistem isolasi dari terpusat (central), yang semula isolasi mandiri di rumah. Namun, untuk perusahaan dan institusi dianjurkan tetap melakukan isolasi tercentral di institusi masing-masing.

Khairul pun masih menunggu penilaian dari pemerintah pusat. Terkait apakah Tarakan sudah masuk dalam zona hijau atau belum. 

Penentuan status sangat penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Karena menyangkut kebijakan yang akan diambil ke depan. Tarakan sebelumnya sempat zona hijau, namun berubah kuning. “Kita tunggu saja dari kementerian. Kita sudah yakin betul, tidak ada transmisi lokal, maka bisa beberapa kegiatan mulai kita longgarkan,” ungkapnya. 

Termasuk memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Menurut Khairul, sudah ada protab yang dibuat untuk menentukan waktu KBM di sekolah. “Jadi nanti begitu masuk ke zona hijau, kita tinggal minta persetujuan orangtua,” tutur Khairul. 

Meski hingga kini tidak ada pasien terkonfirmasi positif yang di rawat di rumah sakit, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan belum bisa memastikan Tarakan masuk zona hijau. Sebelumnya, ada beberapa kriteria yang harus diperiksa oleh dokter sebelum dinyatakan sembuh.

“14 orang yang terkonfirmasi sudah dinyatakan sembuh. Jadi ada perbedaan, tanpa gejala dan dengan gejala, itu yang dipilah. Setelah melakukan penilaian statusnya, maka mereka sudah dinyatakan sembuh,” terang Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti, Senin (20/7).

Devi melanjutkan, sesuai dengan buku petunjuk teknis Covid-19 dan surat keputusan (SK) dari Kementerian Kesehatan. Maka pasien bisa dinyatakan sembuh melalui penilaian kesehatan, tanpa dua kali dilakukan uji swab.

Memastikan Tarakan masuk zona hijau, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, Tim Gugus Tugas mampu mengendalikan penularan Covid-19. Termasuk, nihil kasus terkonfirmasi dan penanganan penyelidikan kasus Covid-19.

“Yang jelas warnanya nanti akan berubah dan semua hasilnya negatif. Terakhir, kita masih zona merah,” tegasnya.

Apabila Tarakan sudah ditetapkan menjadi zona hijau, ia mengimbau kepada warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jika ada lagi pasien yang terkonfirmasi positif, maka Tarakan bisa kembali ke zona merah.

“Sekarang bukan new normal, tapi adaptasi kebiasaan baru,” imbuhnya. Saat ini, Tim Gugus Tugas masih menunggu 333 sampel swab yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Surabaya. Bagi tenaga kesehatan (Nakes) tetap melakukan pelayanan di beberapa rumah sakit rujukan, untuk pasien Covid-19.

“Kita tetap lakukan penyemprotan disinfeksi di ruang isolasi dan persiapan untuk pasien berikutnya. Kami harap waspada. Mereka memang tidak ada gejala, tapi di dalam badannya ada (Covid-19),” tutur Devi. 

Sementara itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kaltara terpapar Covid-19. Informasi ini langsung beredar di masyarakat. Sebelumnya, sudah ada dua ASN yang dinyatakan positif Covid-19. 

Pertama pada April 2020 lalu, dengan inisial ZA yang merupakan ASN Pemprov Kaltara dinyatakan positif. Namun, ZA dinyatakan positif tepat seminggu setelah meninggal dunia. Kemudian inisial H yang juga ASN Pemprov Kaltara dinyatakan positif pada Juni lalu. Terakhir, pada Senin (20/7) berinisial FR (52) dinyatakan positif. Diduga, FR merupakan transmisi lokal.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan Heriyadi Suranta membenarkan, adanya ASN Pemprov Kaltara yang terpapar Covid-19. Namun, FR di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

“Kita sebenarnya sudah mendapatkan informasinya kemarin sore (Minggu 19 Juli). Namun baru dirilis hari ini (kemarin, Red) Gugus Tugas Kaltara,” ungkapnya.

Menurutnya, FR sebelumnya mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Tarakan. Usai kegiatan, FR tiba-tiba lemas dan langsung memeriksakan diri ke rumah sakit di Tarakan. Bahkan sempat mengalami sesak napas. “Pihak rumah sakit di Tarakan sempat mencurigai FR. Setelah dilakukan tes Covid-19, ternyata positif. Yang bersangkutan langsung diisolasi,” bebernya.

Diketahui, FR memiliki riwayat penyakit diabetes. Sehingga, kondisinya saat datang ke rumah sakit cukup buruk. “Ketahuan awal ada indikasi covid itu, dari penyakit bawaannya yakni diabetes,” tambahnya.

Saat ini, kondisi FR berangsur membaik. Meski masih dalam kondisi terpapar Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulungan pun melakukan tracing, terhadap kontak erat dari FR. Ada 40 orang yang dilakukan tracing, baik keluarga maupun ASN di Pemprov Kaltara.

“Ada yang kita rapid test dan tidak. Rapid itu untuk orang khusus saja. Seperti keluarga dekat dan rekan sekantor dari ASN ini. Hasil rapid 20 orang reaktif. Kita akan terus melakukan tracing,” ungkapnya. 

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy membenarkan, ASN yang terpapar dan diserahkan sepenuhnya untuk penanganan ke kabupaten/kota.

“Memang penanganan tracing oleh Bulungan. Namun yang bersangkutan di rawat di Tarakan. Untuk saat ini dugaan kita transmisi lokal,” tutupnya. (mrs/*/sas/fai/uno)

Editor : uki-Berau Post
#kesehatan