Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengamanan Tahapan Pilkada Diperketat

uki-Berau Post • Rabu, 2 September 2020 - 03:51 WIB
PENGAMANAN PILKADA: KPU Kaltara lakukan sosialisasi terkait persiapan pengamanan Pilkada Serentak 2020, Senin (31/8).
PENGAMANAN PILKADA: KPU Kaltara lakukan sosialisasi terkait persiapan pengamanan Pilkada Serentak 2020, Senin (31/8).

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltara melakukan sosialisasi persiapan pengamanan pilkada serentak 2020. 

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami mengatakan, sebagai langkah dan bentuk sinergitas dengan stakeholder terkait, pihaknya berupaya untuk menyamakan persepsi. Langkah-langkah yang akan diambil, guna mengantisipasi segala bentuk ancaman dan kerawanan penyelenggaraan pilkada serentak.

“Secara bersama-sama, kita melakukan pemetaan potensi kerawanan dan pelanggaran pada saat pelaksanaan pemilihan serentak tahun ini di wilayah Kaltara,” jelas Suryanata, Senin (31/8).

Kantor KPU Kaltara akan dijaga 15 orang personel Brimob Polda Kaltara. “Mereka akan bertugas bergantian dan sebelum pendaftaran dimulai. Bisa saja 2 atau 3 September ini,” ungkapnya.

Panit Sosbud Polda Kaltara Ipda Pol Iswadi mewakili Polda Kaltara mengatakan, keterlibatan unsur pengamanan akan terus dimaksimalkan guna meningkatkan koordinasi menjelang pelaksanaan pilkada. Pengamanan yang dilakukan oleh Polri akan dibantu TNI dan Satpol PP. 

“Untuk pola pengamanan akan dibagi dalam beberapa indikator, yaitu dimensi penyelenggaran, kontestan, potensi gangguan kamtibmas, dan dimensi ambang gangguan pilkada,” jelasnya.

Pola pengamanan juga dipengaruhi hasil pemetaan kerawanan pilkada. Seperti potensi konflik berdasar pilkada sebelumnya, seperti praktik politik uang, politik identitas, ujaran kebencian, dan kampanye hitam. Diharapkan dengan persiapan yang matang, dapat menciptakan kondisi pilkada yang aman dan damai.

“Kalau total personel, baik TNI maupun Polri yang disiapkan sebanyak 3.000 orang. Itu terbanyak di Tarakan,” sebutnya. 

Sementara itu, sebagai salah satu daerah yang melaksanakan pilkada, Kabupaten Tana Tidung (KTT) menjadi daerah yang perlu diperhatikan. Potensi kerawanan akan perselisihan pilkada di Tana Tidung juga cukup tinggi.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU KTT Hendra Wahyudi. Ia menerangkan, ada dua kecamatan yang memiliki kerawanan konflik yakni Sesayap dan Sesayap Hilir. 

"Kedua kecamatan itu memang perlu menjadi perhatian. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, namun melihat yang terjadi di pilkada 2015 harus ada antisipasi,” bebernya. 

Pada tahun 2015 lalu, sempat ada ketidakpuasan salah satu bakal calon karena diputuskan tidak memenuhi syarat untuk maju pemilihan bupati setempat.

Ia harapkan, hal serupa tidak terjadi lagi. Saat ini ada empat bakal calon yang akan bertarung di Tana Tidung. Yakni Ibrahim Ali-Hendrik, Umi Suhartini-Herman, Markus-Hamjah, dan Sofian Raga-Juid. 

“Untuk saat ini, kita lihat rawan juga. dan ada dua kubu. Konflik yang terjadi antara kedua kubu ini dulunya satu kubu, lalu pecah,” ujarnya.

Demi menghindari adanya konflik, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk membantu pengamanan. Bahkan terus bertukar informasi.

“Kita butuh pengamanan yang cepat. Koordinasi ke Polres. Karena belum ada Polres di Tana Tidung. Pengalaman sebelumnya, dari Polres mengirimkan tim. Harapannya seperti 2015 harus diamankan,” ujarnya.

Ada beberapa tahapan yang dirasa cukup rawan. Antara lain tahapan pendaftaran, kampanye, dan penetapan pasangan calon. 

“Terkait pengamanan mengikat terhadap komisioner, juga sudah kita komunikasikan. Sebelumnya 5 komisioner ada 3 yang mengamankan. Gangguan terhadap komisioner pasti ada. Maka dari itu kembali kita minta pengamanan melekat,” tutupnya. (fai/mua) 

Editor : uki-Berau Post
#pemilu