TANJUNG SELOR - Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara belum difungsikan sejak diadakan November 2020 lalu. Penyebabnya, belum tersuplai listrik.
Dinkes Kaltara terus berupaya agar listrik bisa teraliri dan laboratorium segera difungsikan. Bahkan, Dinkes telah berkoordinasi dengan PT PLN terkait penyediaan listriknya.
“Dalam beberapa hari ke depan, PLN sudah menyiapkan tambahan aliran listrik untuk laboratorium PCR itu. Karena sebelumnya listrik belum mencukupi. Target kita dapat dioperasikan pada Januari ini,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy, Selasa (5/1).
Dibutuhkan daya besar agar laboratorium PCR bisa difungsikan. Sebab mengusung spesifikasi pengujian di dalam kontainer. Jika beroperasi, laboratorium PCR diklaim mampu menampung uji sampel Covid-19 se-Kaltara.
“Saya rasa cukup, karena sudah ada juga laboratorium PCR di Tarakan dan di RS TNI AL. Jadi tak perlu lagi kirim sampel keluar daerah," bebernya.
Sekali melakukan pengujian, laboratorium PCR seharga Rp 20 miliar itu, mampu menguji 144 sampel. Dua kontainer laboratorium PCR, masing-masing mampu me-running 48 sampel dan 96 sampel. Meski proses esktrasi sampel membutuhkan waktu lebih lama. Namun dipastikan proses running sampel hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
“Running sampel satu jam saja. Yang lama ekstrasinya,” imbuhnya. Dengan begitu, lanjut dia, kapasitas uji sampel dan laboratorium di Kaltara bertambah.
Selain itu, pengujian sampel berdasarkan daerah asal sampel dapat diatur secara efektif. “Di laboratorium PCR kontainer ini, untuk Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung. Kemudian di laboratorium PCR RSUD Tarakan, hanya untuk sampel asal Tarakan dan Nunukan,” ujarnya.
“Jika semua itu beroperasi, saya rasa cukup. Kita juga sudah mempersiapkan 1.000 tes untuk tahap awal pengoperasian laboratorium PCR,” pungkasnya. (fai/mua/uno)
Editor : uki-Berau Post