Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

761 Personel Disuntik Vaksin Sinovac

uki-Berau Post • 2021-03-10 21:25:36
VAKSINASI: Suntikan dosis tahap dua vaksin Sinovac ditujukan kepada 761 personel TNI dan Satpol PP di Bulungan.
VAKSINASI: Suntikan dosis tahap dua vaksin Sinovac ditujukan kepada 761 personel TNI dan Satpol PP di Bulungan.

TANJUNG SELOR – Vaksin Covid-19 tahap dua di Bulungan, Selasa (9/3) disuntikkan kepada ratusan personel TNI/Polri, termasuk Satpol PP. Vaksinasi dilaksanakan terpusat di Markas Korem 092/Maharajalila, Jalan Gelatik, Tanjung Selor. 

Vaksinasi menyasar prajurit berbagai satuan seperti Korem 092/Maharajalila, Kompi B Raider 613/Raja Alam Tanjung Selor, Kodim 0903/Tanjung Selor, Polres Bulungan, dan Satpol PP Bulungan. 

Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno menjelaskan, vaksinasi akan berlangsung sampai hari ini (10/3). Total personel yang divaksin mencapai 761 orang. Vaksinasi melibatkan 30 orang vaksinator dari Dinas Kesehatan Bulungan dan Pusat Kesehatan Kodim 0903/Tanjung Selor. 

“Vaksin ini kita pastikan aman. Tak adanya efek yang membahayakan. Vaksinasi ini kita harap meningkatkan imunitas dan mengurangi penyebaran Covid-19,” kata Danrem. 

Pengamatan media ini, vaksinasi dilaksanakan mengikuti standar operasional prosedur dan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. 

”Kita inginkan semuanya berjalan aman demi kesehatan bersama dan kemaslahatan seluruh masyarakat, sehingga terbebas dari Covid-19,” ujarnya. 

Vaksinasi juga terlaksana di Tarakan untuk tahap kedua. Namun, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan belum mendapat kepastian jumlah untuk vaksin kedua ini. 

“Kita berusaha dalam satu minggu ini menghabiskan alokasi sasaran yang diberikan. Dengan harapan ditermin kedua kita diberikan lebih banyak lagi. Sasarannya minggu ini ada 1.710 orang, sesuai dosis yg diberikan,” terang Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti, Selasa (9/3).

Menurutnya, dosis kedua akan diberikan Pemprov Kaltara pekan ini. Jika dosis vaksin yang diberikan lebih banyak, maka sasaran pun akan menyesuaikan. Terkait gejala yang ditimbulkan pasca menerima vaksin, diakui dr Devi belum ditemukan. Hanya saja ada keluhan, seperti rasa ngantuk dan tangan yang disuntik terasa pegal.

“Keluhan itu biasa terjadi pasca vaksinasi. Memang kita tidak bisa menduga namanya kejadian bisa saja terjadi dan tidak. Kalau ngantuk itu masuk gejala ringan,” bebernya.

Selain jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaksanaan vaksinasi yang digelar di ruang serbaguna Pemkot Tarakan menyasar kepada kalangan pers. Kurang lebih ada 20 penerima vaksin dari kalangan pers. Termasuk prajurit Lantamal XIII Tarakan. 

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Haris Bima Bayuseto menyatakan, turut melakukan vaksin tahap pertama di Balai Kesehatan Lantamal XIII Tarakan. Pemberian vaksin Covid-19 ini kepada seluruh masyarakat termasuk TNI/Polri, tentunya sejalan dengan program pemerintah.

“Untuk di Lantamal XIII, pemberian vaksin Covid-19 diawali kepada para tenaga kesehatan. Dilanjutkan para personel yang bukan nakes. Tentunya hal ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, bahwa vaksin ini aman dan sehat. Prajurit kami jadi akan lebih siap berada di garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19,” urainya. 

Usai pemberian vaksinasi, diharapkan dapat menurunkan angka penularan Covid-19 dan mendorong terbentuknya kekebalan tubuh. Pelaksanaan vaksinasi pun digelar di Klinik Polres Tarakan. Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira menjelaskan, ada dua tahap pemberian vaksin pertama oleh anggota kepolisian dan Satuan Brimob Polda Kaltara. Sementara jumlahnya untuk Polres Tarakan sebanyak 81 dosis dan 36 untuk personel Satbrimob Polda Kaltara.

“Ada personel yang memiliki tensi darah di atas batas maksimum 180. Tapi kita berikan kesempatan kurang lebih satu jam. Apabila tensi masih tinggi dan ditunda besok (hari ini, Red) dengan melihat kondisi kesehatan personel,” jelas Kaporles. 

Bahkan, masih ada beberapa personel Polres Tarakan yang belum mendapat vaksinasi karena sudah terjangkit Covid-19 belum lama ini. “Kami upayakan anggota keseluruhan akan mendapat vaksin,” imbuhnya.

Selain vaksinasi, pihaknya gencar untuk terus melakukan penerapan protokol kesehatan (prokes). Dengan cara menerapkan prokes di lingkungan Polres Tarakan. 

Di lain pihak, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarakan, Andi Muhammad Rizal mengaku, masih tersisa kurang lebih 50 kuota pekerja media lagi yang belum terakomodir. Akan segera menindaklanjuti jadwal vaksinasi oleh Pemkot Tarakan.

"Sebelumnya ada sebanyak kurang lebih 70 nama-nama pekerja media. Berarti jadi pekerjaan rumah PWI Tarakan, memperjuangkan sisa kuota itu. Kami berharap juga teman-teman pers diprioritaskan. Kita akan koordinasi dengan PWI Kaltara, agar dosis vaksin untuk wartawan di daerah bisa diperjuangkan,” singkatnya. 

Vaksinasi Nakes Lampaui Target Nasional

Meski vaksin tahap kedua sudah berjalan, untuk tahap pertama pun masih tetap dilaksanakan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, vaksinasi tahap I sudah mencapai 97 persen.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy mengakui, secara keseluruhan vaksinasi tahap I sudah 97 persen. Namun untuk kabupaten dan kota, baru Bulungan yang mencapai 100 persen. Sementara daerah lain masih berproses.

“Tahap I ini masih berjalan. Tapi tidak akan mengganggu tahap II. Karena sudah sesuai dengan jadwalnya. Apalagi vaksinasi tahap I segera selesai,” ungkapnya.

Sesuai ketentuan, tahap I merupakan vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga penunjang di fasilitas kesehatan (Faskes). Seluruhnya telah terakomodir untuk vaksinasi. Jika ditotal, maka jumlah nakes maupun tenaga penunjang se-Kaltara sebanyak 7.091 orang.

“Itu jumlah yang terdaftar dan mereka semua terakomodir untuk vaksinasi,” ujar Agust. Melihat target vaksinasi, Kaltara telah melampaui target nasional. Target yang diberikan Pemerintah Pusat untuk vaksinasi tenaga kesehatan di tahap I ini sebanyak 80 persen. 

Selanjutnya, untuk vaksinasi tahap II ini, diperuntukkan lansia dan pelayanan publik cukup berat. Sebab target vaksinasi jika ditotalkan sebanyak 8.248 orang. “Jadi sasarannya besar. Tantangan kita juga besar. Namun masa tahap II sampai Juni dan kita upayakan bisa tervaksinasi semuanya,” harap Agust. 

Setelah tahap II berakhir, maka berlanjut pada tahap III dimulai Juli mendatang. Dengan sasaran masyarakat di daerah rentan, berdasarkan zonasi. Akan dipetakan, mana daerah yang dianggap rentan terpapar Covid-19.

“Sampai tahap IV nanti untuk masyarakat umum. Jadi akan terus berlanjut, dengan harapan membentuk herd immunity,” pungkasnya. (*/mts/sas/fai/mua/uno)

Editor : uki-Berau Post
#kesehatan