KABUPATEN Tana Tidung (KTT) sempat masuk dalam Zero Covid-19, beberapa waktu lalu. Namun, status itupun berubah seiring satu desa dinyatakan zona merah. Yakni di Desa Maning, Kecamatan Betayau.
Seyogianya, di desa tersebut juga terlaksana proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Tapi, karena berstatus zona merah, maka Pilkades pun harus ditunda.
“Saya instruksikan ke pak Dandim untuk betul-betul mengawal ketat di sana (Desa Maning),” pesan Bupati KTT Ibrahim Ali, Kamis lalu (24/6).
Upaya pemerintah daerah untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona, dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan di Desa Maning sudah dilakukan Dinas kesehatan, BPBD dan dibantu personel TNI/Polri.
“Laporan dari panitia pelaksana Pilkades di Desa Maning berpotensi ditunda. Karena kita melihatnya masih rawan,” tutur Ibrahim. Pilkades di Desa Maning pun tidak memungkinkan untuk melaksanakan pada 30 Juni mendatang.
Diperkirakan, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, merupakan klaster keluarga setelah melakukan perjalanan dari luar daerah. “Mereka yang terkonfirmasi, kita sudah menganjurkan untuk isolasi mandiri,” ungkapnya.
Terhadap pasien yang terpapar Covid-19 di Desa Maning, pemerintah daerah berupaya mencari tahu jenis varian virus tersebut. Dinkes telah mengambil beberapa sampel secara acak untuk dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes KTT Hanna Juniar membenarkan, dari 27 orang yang terpapar. Tiga orang diantaranya merupakan pelaku perjalanan dari Jawa Tengah.
Setelah dilakukan tracing atau kontak erat, ternyata 7 pasien diantaranya . Diketahui dari ke-27 orang tersebut 7 orang diantaranya dapat dikatakan klaster keluarga. Sedangkan dari upaya tracing kontak, sekitar 60 sampel telah dilakukan dan masih menunggu hasil. (*/mts/uno)
Editor : uki-Berau Post