Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pengerjaan Masih 5,62 Persen

uki-Berau Post • 2022-03-28 20:49:48
TINJAU PLBN: Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP saat meninjau lokasi pembangunan PLBN Terpadu Long Midang di Kabupaten Nunukan, belum lama ini.
TINJAU PLBN: Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP saat meninjau lokasi pembangunan PLBN Terpadu Long Midang di Kabupaten Nunukan, belum lama ini.

TANJUNG SELOR – Pengerjaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Long Midang di Kabupaten Nunukan, hingga saat ini belum terlihat progresnya. 

Padahal, waktu pelaksanaan pembangunan PLBN dimulai sejak 8 Oktober 2020. Dengan nilai kontrak Rp 200.659.839.000, yang ditarget penyelesaian 25 Desember 2022. PLBN tersebut dibangun di atas lahan seluas 7,4 hektare. 

Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan pun berkesempatan untuk meninjau pengerjaan PLBN itu. Realisasi pengerjaan PLBN baru mencapai 5,62 persen. Menurutnya, pembangunan di perbatasan menjadi perhatian serius termasuk soal PLBN. 

Wagub harus memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan yang akan dipertanggungjawabkan. “Saya meminta agar pihak pelaksana untuk serius mengerjakannya. Harus komitmen membangun perbatasan. Proyeknya sudah ada, tapi kita tak serius kerjanya,” ujar Yansen, beberapa waktu lalu.

Yansen berkoordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltara terkait PLBN tersebut. BPPW Kaltara akan melanjutkan pekerjaan pada April mendatang. Wagub akan terus memantau perkembangan pembangunan PLBN termegah di Kaltara ini.

“Saya minta serius. Jangan bangga menawar proyek, tetapi tidak kerja,” tegas Yansen.

Yansen pun berpesan, agar benar-benar mengawasi kegiatan ini. PLBN ini merupakan kehormatan negara. Ia meminta agar BPPW Kaltara melayangkan surat ke pihak kontraktor, agar tidak menyederhanakan pembangunan ini. Karena dana yang digunakan merupakan uang negara. 

Dari informasi yang diterima Yansen, ada dua faktor penyebab lambannya pembangunan. Pertama, kondisi pandemi yang menyebabkan Malaysia lockdown. Sehingga pasokan bahan material ke Krayan terhambat. Kedua, terjadi longsoran lereng pada 3 September 2021.

“Kalau ada PLBN, Malaysia tidak berani macam-macam sama kita. Karena setiap orang masuk, ada dokumen semua. Makanya saya minta diawasi betul. Saya bersama tim mencatat, progres setelah di redesign pada April nanti,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara