TANJUNG SELOR – Di Kabupaten Bulungan, masih banyak kecamatan yang masih kesulitan mengurus administrasi kependudukan. Dikarenakan faktor jarak, yang menjadi hambatan.
Kecamatan Bunyu misalnya, yang merupakan kecamatan yang cukup jauh dari ibukota kabupaten. Masyarakat di Bunyu, harus menempuh jarak berjam-jam untuk sampai ke Tanjung selorm dengan melalui jalur laut dan sungai.
Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan, untuk kecamatan yang jauh seperti Bunyu harus ada diskresi. Di mana pelayanan difokuskan di setiap kecamatan, untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
“Tak lagi dilayani di kabupaten melainkan di kecamatan. Masyarakat Bunyu tidak lagi melaksanakan layanan dasar kependudukan di Tanjung Selor. Tapi bisa dilaksanakan di Kecamatan Bunyu secara langsung,” terangnya, Minggu (29/5).
Tahun ini, diupayakan kepengurusan berpindah proses. Nantinya, pemkab akan menugaskan staf di kecamatan untuk melayani administrasi kependudukan.
“Insha Allah, masyarakat Bunyu tidak lagi mengurus administrasi kependudukan di Tanjung Selor. Butuh biaya bagi masyarakat ketika ingin mengurus kependudukan. Baik itu untuk biaya transportasi maupun lainnya,” ungkap Syarwani.
Dengan hadirnya pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan, seperti e-KTP, Kartu Keluarga (KK) dan lainnya, akan memudahkan masyarakat. “Ini wujud komitmen pemerintah untuk terus membantu masyarakat daerah terluar,” imbuhnya.
Untuk kecamatan lainnya, lanjut dia, belum dilakukan pelayanan serupa. Ke depan akan diupayakan hal itu bisa terlaksana. Pasalnya, beberapa daerah masih terkendala akses jaringan internet yang belum memadai. Selain Bunyu, ada Kecamatan Tanjung Palas Utara, Tanjung Palas Timur dan Tanjung Palas.
Masalah infrastruktur ataupun akses jaringan, menjadi kendala dalam melaksanakan kepengurusan administrasi kependudukan. Seperti di Kecamatan Peso, Peso Hilir dan Tanjung Palas Barat yang hingga kini belum memadai.
“Jadi mau tidak mau, harus dilakukan jemput bola. Kita sementara datang ke kecamatan untuk melakukan pelayanan,” pungkasnya. (fai/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria