TANJUNG SELOR – Untuk mengurai antrean panjang kendaraan roda empat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sengkawit Tanjung Selor, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) Kalimantan, berencana menerapkan pembatasan pembelian BBM jenis Solar.
Menurut Area Manager Communication & CSR Regional Kalimantan Susanto August Satria, perlu peran serta masyarakat dan aparat, untuk mengatasi persoalan ini. Jika ditemukan ada SPBU yang menjual BBM Solar ke industri, agar melapor ke Pertamina.
“Karena kita tak bisa menjangkau secara luas. Sehingga perlu peran serta masyarakat dan aparat, dalam mengawasi distribusi BBM subsidi di Bulungan,” ujar Satria, Jumat (10/6).
Jika terbukti pihak SPBU menjual BBM jenis Solar ke pelaku industri. Maka, akan ada sanksi yang diberikan Pertamina. Mengingat, selama ini Pertamina sudah menginstruksikan penyaluran BBM harus tepat sasaran. Bahkan, untuk mengurai aktivitas pengetap di SPBU, Pertamina berencana menerapkan Fuel Card atau transaksi non tunai dalam pembelian BBM jenis Solar.
“Kita berencana kolaborasi dengan pihak perusahaan, yang mengeluarkan kartunya. Jadi satu nomor polisi akan diberikan satu kartu dan spesifikasinya,” terangnya.
Demikian untuk pembelian, akan dibatasi sesuai aturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada turunan berupa surat edaran (SE). Yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, sebagai regulasi.
Bila berdasarkan regulasi BPH Migas, maka pembelian dibatasi Rp 200 ribu untuk satu kendaraan dalam sehari. Jika ada aturan turunan oleh pemertintah daerah. Maka, jumlah tersebut kemungkinan dikurangi menjadi Rp 150 ribu.
Dalam penerapan Fuel Card ini, pengendara hanya bisa membeli BBM di satu SPBU. Penyerapan dan teknisnya masih dibahas Pertamina dengan pemerintah.
“Kita perlu dukungan dari pemerintah daerah, untuk menerapkan aturan baru ini,” harapnya.
Sales Branch Manager Retail Rayon VI Kaltimtara Faisal menambahkan, secara akumulasi SPBU di Kaltara sebanyak 20 unit. Pertamina memastikan, distribusi BBM dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“SPBU di Kaltara tersebar di beberapa kabupaten kota. Di Bulungan saja yang ada saat ini sekitar 5 unit,” singkatnya. (*/mts/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria