Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tak Bisa Dituntaskan dalam Satu Periode

uki-Berau Post • Rabu, 12 Oktober 2022 - 19:58 WIB
MASIH PENGERJAAN: Pembangunan Rumah Sakit Pratama Bunyu yang ditinjau Bupati Bulungan Syarwani, beberapa waktu lalu. Proses pembangunan rumah sakit pun masih tahap pengerjaan.
MASIH PENGERJAAN: Pembangunan Rumah Sakit Pratama Bunyu yang ditinjau Bupati Bulungan Syarwani, beberapa waktu lalu. Proses pembangunan rumah sakit pun masih tahap pengerjaan.

TANJUNG SELOR – Tepat hari ini (12/10), Kabupaten Bulungan berusia 62 tahun dan 232 tahun untuk Kota Tanjung Selor.

Dalam perjalanannya, Kabupaten Bulungan telah mengukir banyak prestasi dalam pembangunan daerah. Di masa kepemimpinan Bupati Syarwani dan Wakil Bupati Ingkong Ala, beberapa capaian telah terwujud.

Namun, masih ada pekerjaan rumah yang mesti dilaksanakan. Baik yang berkaitan layanan dasar maupun pemenuhan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan masyarakat seperti jalan dan jembatan. Termasuk dari sektor pendidikan dan kesehatan.

“Tanpa adanya momentum Hari Jadi Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor sekalipun, pemda intens berjalan dalam urusan pembangunan daerah. Demi tercapainya pelayanan maksimal terhadap masyarakat,” ujar Bupati Bulungan Syarwani, Selasa (11/10).

Menurut Syarwani, yang menjadi pekerjaan rumah saat ini mengenai pemerataan distribusi air bersih. Hal ini tentunya menjadi fokus pemkab. Sekalipun dengan kemampuan dan keterbatasan keuangan daerah. Pemerintah menyadari, berbicara pembangunan tidak ada yang sekaligus, tapi bertahap. “Apa yang menjadi pekerjaan rumah tidak bisa dituntaskan dalam masa kepemimpinan satu periode,” ungkapnya.

Dari 15 program prioritas pemkab, lanjut Syarwani, semua saling berkaitan. Yang sudah terealisasi salah satunya Mal Pelayanan Publik (MPP). “Kita juga ingin hadirkan satu desa satu produk. Kita lihat melalui penyelengaraan pentas seni UMKM tentu menjadi representatif. Bahwa di Bulungan banyak kegiatan yang berpotensi mendongkrak sektor usaha. Dengan gelorakan semangat pulih pasca pandemi Covid-19,” tuturnya.

Adanya momentum Hari Jadi Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor, bahkan telah terselenggara kegiatan UMKM dan pentas seni. Termasuk Festival Sungai Kayan beberapa waktu lalu, menjadi peluang untuk pengembangan para pelaku UMKM.

“Itu bagian dari pengerakan ekonomi masyarakat. Termasuk kegiatan mingguan melalui giat Tebu Kayan,” imbuhnya.

Berkaitan dengan rencana pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Keinginan pemkab progressnya bisa lebih cepat dan baik. Karena ini akan memberikan dampak multiplier effect yang sangat luas bagi Kabupaten Bulungan. Di samping upaya penyerapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bulungan.

“Tentu kita mendorong intens koordinasi dengan pihak terkait. Terutama para pengelola kawasan. Tahun depan sudah mulai dilaksanakan tahap konstruksi,” ujar Bupati.

Pada tahun 2024, sudah masuk pada tahapan kegiatan produksi awal. Kegiatan ini berkesinambungan dan paralel. Pembangunan membutuhkan waktu sekitar 5-10 tahun. “Tak bisa sekejap, karena masih banyak infrastruktur lain yang mendukung terlaksananya pembangunan KIHI. Seperti kesiapan infrastruktur listrik,” ungkapnya.

Pada sektor kesehatan fokus tahapan pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Bunyu. Saat ini pengerjaan terus dilakukan dengan skema parsial. Menurut Syarwani, sesuai perencanaan awal diharapkan pembangunan RS Pratama Bunyu secara bangunan fisik dapat rampung tahun ini.

Namun, untuk operasional diperkirakan awal tahun 2024. Dengan pertimbangan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan. Termasuk kesiapan alat kesehatan sebagai sarana pendukung.

“Itu yang harus kita dipersiapkan. Kalau fisik bangunan harus selesai pada tahun ini,” pintanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengatakan, rencana awal untuk mengisi di RS Pratama Bunyu akan mengoptimalkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketika masih belum cukup, akan diisi pekerja dengan status Pegawai Tidak Tetap (PTT). Untuk kebutuhan tenaga kesehatan (Nakes) di RS Pratama Bunyu, kata Imam, belum diketahui secara pasti. Sementara yang dialokasikan sesuai rencana awal berjumlah 36 PPPK.

“Jumlah 36 nakes direkrut melalui PPPK. Sebagian akan diambil dari Puskesmas yang lain,” ujarnya.

Apabila RS Pratama sudah beroperasi, awal dokter spesialis penyakit dalam dan anak lebih didahulukan. Selanjutnya, pemenuhan tenaga kesehatan dan dokter spesialis lainnya dilakukan bertahap.

Rumah Sakit Pratama, diakui Imam, kurang lebih dengan Puskesmas perawatan. Untuk kesiapan alat kesehatan (Alkes) di RS Pratama Bunyu, sudah terpenuhi. Tinggal selanjutnya akan dilakukan penataan ruangan dan posisi penempatan alkes. Untuk ruangan, sesuai perencanaan awal sekitar 15-20 ruangan. Pantauan dua pekan lalu, tingkat pengerjaan secara konstruksi mencapai 45-60 persen.

“Jika pertengahan 2023 sudah dilakukan pemasangan mebeler, maka dimungkinkan awal tahun 2024 sudah bisa beroperasi,” tuturnya. (*/mts/uno)

Editor : uki-Berau Post
#pembangunan #infrastruktur #ragam #hut