TARAKAN - Sepanjang September 2022 pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) melalui layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara telah berlangsung efisien, aman, andal dan lancar.
Hal tersebut tercermin dari tingkat ketersediaan sistem yang mencapai 100 persen dan tidak terdapat unsettled transaction. Kepala KPwBI Kaltara Tedy Arief Budiman mengatakan, nilai transaksi BI-RTGS pada September 2022 mengalami pertumbuhan 6,5 persen (yoy) menjadi Rp 758,83 miliar.
Namun demikian, volume transaksi mengalami penurunan 18,6 persen (yoy) atau tercatat sebanyak 612 transaksi. Sedangkan nilai transaksi transfer dana melalui SKNBI mengalami kontraksi 5,1 persen (yoy) menjadi Rp 448,13 miliar. Sejalan dengan volume transaksi yang juga mengalami kontraksi 3,4 persen (yoy) atau tercatat sebanyak 9.918 transaksi.
“Kondisi ini sejalan dengan penerapan BI-FAST yang semakin luas di masyarakat sejak Desember 2021. Sejatinya adalah modernisasi dari SKNBI, dengan waktu layanan lebih luas (24/7), real time, dan kanal pembayaran yang lebih luas,” tuturnya, Senin (7/11).
Ia juga menyebutkan, jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kaltara per Oktober 2022 terdapat 46.560 merchant. Jumlah tersebut meningkat 18.054 merchant, jika dibandingkan posisi per 31 Desember 2021 (28.506 merchant) atau meningkat 63,33 persen (ytd).
Peningkatan juga terjadi pada jumlah pengguna baru QRIS di Kaltara. Hingga September 2022 tercatat total terdapat 31.792 pengguna QRIS. Meningkat sebanyak 25.550 pengguna baru, jika dibandingkan 31 Desember 2021 yang hanya 6.242 pengguna atau 409,32 persen (ytd).
Di sisi lain, perkembangan aliran uang rupiah pada Oktober 2022 di KPwBI Kaltara mengalami net outflow Rp 113,45 miliar. Ini sejalan dengan aliran arus uang masuk (inflow) yang tidak sebesar aliran arus uang keluar (outflow). Arus uang keluar dari KPwBI Kaltara tercatat Rp 282,44 miliar atau mengalami peningkatan pertumbuhan 23,26 persen (yoy).
Di sisi lain, inflow tercatat Rp 168,99 miliar atau meningkat 117,89 persen (yoy) dari periode yang sama pada tahun 2021. “Kami secara teratur melakukan dropping dan penarikan uang pada 3 Kas Titipan Bank Indonesia di Tanjung Selor, Malinau dan Nunukan sesuai kebutuhan,” ungkapnya. (sas/uno)
Editor : uki-Berau Post