TARAKAN - Pelindo Tarakan mulai membenahi Pelabuhan Malundung jelang lonjakan penumpang, dalam Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 nanti.
Sebagai penyedia sarana pelabuhan transportasi laut, Pelindo mulai melakukan perbaikan sistem, fasilitas dan koordinasi lintas instansi maupun stakeholder terkait. General Manager Pelindo Tarakan Rio Dwi Santoso mengatakan, over load pada Nataru nanti pasti lebih tinggi dan kompleks dari hari biasanya. Sehingga perlu semua pihak untuk mendukung lancarnya jalur keluar masuk ke Pelabuhan Malundung.
“Mulai dari penumpang dan pengendara yang keluar masuk terminal. Supaya semuanya lancar sampai kapal berangkat ke tempat tujuan dan aman. Termasuk ketentuan terkait Covid-19 dan keselamatan pelayaran,” jelasnya, Rabu (14/12).
Salah satu penyebab penuhnya terminal Pelabuhan Malundung, adanya pengantar yang ikut masuk. Sehingga pihaknya sudah membatasi pengantar masuk ke dalam area terminal, sejak pertengahan September lalu.
Sistemnya diubah, yang bisa masuk ke terminal hanya penumpang yang memiliki tiket dan sudah melakukan check in di counter. Pengantar ada di luar terminal, mesti masih di area parkir kendaraan. Standar pelayanan di pelabuhan, kata dia, sama dengan di bandara.
“Biarpun pengantar mau membawa barang juga tidak bisa masuk. Karena sudah disiapkan angkutan portir pelabuhan. Sudah berjalan tiga bulan. Tinggal kami dibantu untuk mengedukasi masyarakat, yang bisa masuk terminal atau masuk kapal hanya penumpang yang punya tiket,” tegasnya.
Selain itu, mengantisipasi penuhnya parkiran yang mengakibatkan kemacetan di pintu masuk. Menurutnya dari analisa sebelumnya, karena lahan parkir yang kurang. Saat ini pihaknya sudah menambah luasan lahan parker, untuk kendaraan roda empat seluas 2.000 meter persegi di lokasi yang sebelumnya digunakan penumpukan peti kemas. Sedangkan kendaraan roda dua di depan terminal.
Lahan parkir tambahan ini sudah digunakan hampir sebulan. Hanya saja efeknya belum mengurangi masalah parkiran. Masyarakat masih dianggap tidak tertib, meski fasilitas parkiran sudah disiapkan.
“Parkir kendaraan ini sampai menutup depan masuk area parkir. Sehingga kendaraan lain tidak bisa masuk. Kalau kami saja siapkan fasilitas, tapi masyarakat tidak menerapkan budaya antre ya kembali lagi masalahnya,” ungkapnya.
Petugas Pelindo saat ini masih terbatas, tidak bisa mengawasi semua masyarakat yang hendak memarkir kendaraan. Sama halnya dengan bak sampah, meski sudah disiapkan. Jika masyarakat tidak membudayakan menjaga kebersihan, akan membuat terminal tetap tampak jorok.
“Bukan petugas yang kurang, tapi kesadaran masyarakatnya. Sifatnya represiflah. Kalau bisa ya levelnya sudah meningkat, untuk menjaga kebersihan dan kerapian di Pelabuhan Malundung. Nanti akan kami tambah lagi rambu. Memang kami juga belum sempurna,” tuturnya.
Ia meminta aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai pihak yang berwenang. Untuk membantu mengurai kemacetan kendaraan yang parkir di depan pintu masuk Pelabuhan Malundung. “Dalam pelaksanaannya semua pihak, instansi harus bersinergi,” harapnya. (sas/uno)
Editor : uki-Berau Post