Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pria Tenggelam di KTT, Diduga Terpeleset ke Sungai saat Jala Ikan

izak-Indra Zakaria • Senin, 5 Juni 2023 - 07:16 WIB
SUSURI SUNGAI: Personel SAR Tarakan menyusuri sungai di Desa Sudulun Sesayap, KTT untuk mencari keberadaan korban tenggelam, Minggu (4/6).
SUSURI SUNGAI: Personel SAR Tarakan menyusuri sungai di Desa Sudulun Sesayap, KTT untuk mencari keberadaan korban tenggelam, Minggu (4/6).

TARAKAN - Roni yang merupakan warga Desa Sudulun RT 03, Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT), diduga terpeleset saat sedang menjala ikan sekitar pukul 17.30 Wita, Sabtu (3/6) lalu.

Hingga kini keberadaan pria berusia 25 tahun itu masih terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril mengatakan, keberadaan korban masih terus dilakukan pencarian. Namun keberadaan korban belum ditemukan.

“Saya juga masih menunggu informasi dari lapangan. Sampai sore hari ini (kemarin, Red) masih nihil pencarian. Basarnas dengan potensi yang ada di lapangan dan keluarga korban ikut mencari di lokasi kejadian,” ujarnya, Minggu (4/6).

Pihaknya menurunkan satu team penyelamatan, dengan armada rigid inflatable boat (RIB), menggunakan alat aquaeye dan echosounder. Dibantu juga dengan perahu nelayan.

“Untuk echosounder agak terkendala kondisi sungai. Karena air yang keruh. Bagaimanapun, kita melibatkan penyelam. Kalau memang terdeteksi dengan echosounder. Tapi kami pakai pola-pola pencarian lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihaknya mendapat informasi jika korban tenggelam oleh personel Polres KTT sekitar pukul 07.11 Wita, Minggu (4/6). Dengan koordinat 3°36'1.13"N 116°53'6.09"E.

Setelah itu pihaknya berangkat sekitar pukul 07.30 Wita dan tiba di TKP pukul 10.00 Wita atau estimasi perjalanan selama 2 jam 30 menit. Dengan jarak antara kantor SAR Tarakan dengan TKP sejauh 43,95 Nautical Mile (NM).

“Pencarian korban, kami melihat dari lokasi kejadian dan warga yang ikut mencari. Sebenarnya tim gabungan berpencar juga, tapi tidak terlalu jauh dari LKP. Titik duga itu masih di sekitar LKP,” jelasnya.

Syahril menegaskan, korban saat itu sedang menjala ikan bersama seorang temannya. Tiba-tiba korban terpeleset di tengah arus air yang begitu kencang. Namun teman korban tidak mampu menolong Roni.

“Jadi terbawa arus dia. Informasi dari lapangan seperti itu. Itu di sungai. Untuk cuaca saat pencairan masih berawan. Kecepatan angin 3 sampai 12 knot per jam dan tinggi gelombang 0,1 sampai 0,5 meter,” sebutnya. (sas/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Tenggelam Bulungan #bulungan