Menindaklanjuti keluhan warga terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak, Pemprov Kaltara mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8 miliar melalui APBD 2025 untuk memperbaiki ruas Jalan Lingkar Krayan di Nunukan.
Langkah ini diambil untuk mengatasi keterisoliran masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan di atas Sungai Binuang di Kecamatan Krayan Tengah, Nunukan merupakan kunci untuk mempercepat pembukaan isolasi daerah.
"Kuncinya itu, jembatan Binuang. Sudah saya sampaikan ke pusat, sejak kepemimpinan Bapak Jokowi juga sudah memerintahkan Menteri PUPR untuk membantu menyelesaikan koneksi penghubung antar Malinau-Krayan. Tetapi, terkendala Sungai Binuang," kata Zainal A Paliwang
Dikatakan, Krayan yang terbagi dalam lima kecamatan, yaitu Krayan Induk, Krayan Tengah, Krayan Selatan, Krayan Barat dan Krayan Timur. Daerah ini hanya dapat diakses dengan pesawat udara dari Tarakan, Malinau, Nunukan dan Tanjung Selor.
Jalur alternatif darat dari Malinau sampai saat ini belum memadai dan masih dalam tahap konstruksi. "Ruas jalan akses ke perbatassan Malinau - Long Midang (Kecamatan Krayan) diproyeksikan sepanjang kurang lebih 200 kilometer (km). Jalan ini terbagi menjadi beberapa ruas, yakni ruas Malinau-Long Semamu 94,11 kilometer, Long Semamu-Long Nawang 91,53 kilometer, dan Long Bawan-Long Midang 10,70 kilometer," ungkapnya.
Dalam hal ini, Zainal menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pusat guna mempercepat pembangunan jalan penghubung Malinau-Krayan. "Sekarang ini dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara sudah mulai berkerja. Kita berharap bisa segera fungsional," harapnya.
Menurutnya, pembangunan jalan Malinau-Krayan ini sangat penting untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah Krayan yang selama ini terisolasi. Namun, terkendala medan yang berat dan berbukit, sungai besar yang harus dilewati, termasuk Sungai Binuang serta kondisi cuaca yang kerap berubah, terutama saat musim hujan.
"Kita berharap dengan tersedianya jalan yang layak, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa serta meningkatkan pelayanan publik di wilayah tersebut," bebernya.
Baca Juga: Tunjangan Guru dari Pemprov Kaltara ke Kabupaten/Kota Ditiadakan, Ini Penjelasan BKAD
Sementara itu, Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Helmi mengatakan, anggaran untuk pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 2 km dengan alokasi sebesar Rp 5 miliar.
Selain itu, DPUPR-Perkim Kaltara juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pemeliharaan jalan sepanjang 80 km yang terbagi dalam dua paket, masing-masing Rp 1,5 miliar.
"Pemeliharaan jalan sepanjang 80 kilometer di Jalan Lingkar Krayan dimulai dari Long Bawan, Long Layu hingga Binuang," bebernya. Helmi menambahkan, Gubernur Kaltara akan melakukan kunjungan ke sana dalam waktu dekat ke Krayan untuk meninjau secara langsung kondisi jalan.
Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan di Krayan telah dilakukan setiap tahun. Namun, kondisi jalan yang mayoritas terdiri dari tanah dan curah hujan yang tinggi sering menjadi kendala utama.
"Ruas jalan di Krayan ini sebagian besar berkontur tanah sehingga pada musim hujan, longsor menjadi kendala utama. Jalan tidak dapat dilalui karena genangan air, itu merupakan kendala kami selama ini," paparnya. (*)
Editor : Indra Zakaria