Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabut Asap Mengintai Sekolah, Pemkab Kotim Bersiap Undurkan Jam Belajar Hingga Opsi PJJ

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Penyesuaian jam sekolah hingga belajar dari rumah jadi opsi jika kabut asap memburuk di Kotawaringin Timur (Kotim). (AI)
Penyesuaian jam sekolah hingga belajar dari rumah jadi opsi jika kabut asap memburuk di Kotawaringin Timur (Kotim). (AI)

Advertisement

SAMPIT — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memicu polusi udara membuat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap mengambil langkah perlindungan ekstra bagi para peserta didik. Penyesuaian jam masuk sekolah hingga skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) disiapkan sebagai opsi penyelamatan apabila kualitas udara kian memburuk.

Bupati Kotim, Halikinnor, menegaskan bahwa penentuan kebijakan tersebut akan diambil secara terukur dengan mengevaluasi kondisi Kualitas Udara secara berkala bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.

“Sepanjang kondisinya masih memungkinkan, jam sekolah tetap berjalan seperti biasa. Tetapi apabila asap mulai pekat sejak pagi, tentu akan dievaluasi apakah jam masuk dimundurkan atau, jika kondisinya memang parah, kegiatan belajar diliburkan atau dilakukan dengan skema lain,” tegas Halikinnor saat memberikan keterangan.

Advertisement

Mengingat prediksi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sepanjang Agustus hingga September, keputusan teknis sekolah akan terus dinamis mengikuti dinamika lapangan serta rekomendasi medis.

“Mudah-mudahan tidak separah yang diperkirakan, tetapi kita tetap harus siap mengantisipasi apabila kondisi itu benar-benar terjadi,” tambahnya.

Menindaklanjuti potensi risiko tersebut, Dinas Pendidikan Kotim telah menerbitkan panduan adaptasi kegiatan belajar selama musim kemarau. Seluruh satuan pendidikan diminta mewajibkan penggunaan masker, memantau indeks kualitas udara harian, serta membatasi seluruh aktivitas luar ruangan saat paparan asap memikat.

Advertisement

Sekolah diberi wewenang untuk menunda jam pelajaran atau mengalihkan proses belajar ke metode Belajar dari Rumah (BDR) setelah berkoordinasi dengan dinas terkait. Selain itu, fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) diminta menyiagakan obat-obatan dasar dan perlengkapan P3K. Koordinasi dengan para orang tua murid juga diperketat agar siswa terbiasa bermasker dan segera mendapatkan penanganan medis jika menunjukkan gejala gangguan pernapasan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hujan Datang di Kotim, Hotspot Turun, Tapi Kawasan Pesisir dan Bawah Tanah Gambut Masih Membara

Hujan Datang di Kotim, Hotspot Turun, Tapi Kawasan Pesisir dan Bawah Tanah Gambut Masih Membara

Angka pemantauan titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data terbaru BM

Korupsi Dana Hibah KPU Kotim: Kejati Garap 24 Saksi, Kerugian Negara Ditaksir Rp10 Miliar

Korupsi Dana Hibah KPU Kotim: Kejati Garap 24 Saksi, Kerugian Negara Ditaksir Rp10 Miliar

Penyidik Kejati Kalteng memeriksa saksi dugaan korupsi KPU Kotim.(Penkum)

Hujan Mulai Mengintai Kotim, Risiko Karhutla Diprediksi Turun Drastis!

Hujan Mulai Mengintai Kotim, Risiko Karhutla Diprediksi Turun Drastis!

Peta informasi prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotawaringin Timur menunjukkan potensi hujan tinggi. (BMKG)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer