Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman Karhutla Bergeser ke Pesisir: Mentaya Hilir Utara dan Teluk Sampit Siaga Satu

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Karhutla di Kotim.
Karhutla di Kotim.

Advertisement

SAMPIT — Peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami pergeseran signifikan menuju wilayah pesisir. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim yang diperbarui pada Minggu (2/8) pukul 07.00 WIB, konsentrasi titik panas (hotspot) kini mendominasi Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Teluk Sampit.

"BMKG mendeteksi 47 hotspot di Kotim dalam 24 jam terakhir. Kecamatan Mentaya Hilir Utara mencatat jumlah terbanyak dengan 18 titik panas, disusul Teluk Sampit sebanyak 12 titik," tulis laporan resmi BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim.

Kondisi ini menandai perubahan peta kerawanan, di mana sehari sebelumnya pusat titik panas mendominasi kawasan Mentawa Baru Ketapang. Pada pemantauan terbaru, Mentawa Baru Ketapang mencatat delapan titik panas yang tersebar di Kelurahan Ketapang, Desa Eka Bahurui, dan Bapeang. Sementara sisanya terdeteksi di Kecamatan Parenggean sebanyak enam titik serta Kecamatan Cempaga sebanyak lima titik.

Advertisement

Di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, hotspot teridentifikasi di sejumlah desa seperti Bagendang Tengah, Bagendang Hulu, dan Natai Baru. Sementara di Kecamatan Teluk Sampit, titik panas paling banyak terpantau di Desa Ujung Pandaran dan Lampuyang. Mayoritas hotspot yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan satelit pada level 8 hingga 9, yang dikategorikan sebagai titik panas dengan tingkat keyakinan tinggi.

"Hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar untuk periode 2–3 Agustus 2026," lanjut analisis BMKG mengenai potensi kekeringan kawasan.

Ancaman ini makin nyata lantaran peluang curah hujan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan sangat rendah. BMKG menyebutkan bahwa hanya ada potensi hujan ringan di beberapa wilayah, sehingga dinilai belum mampu menekan risiko kebakaran secara signifikan.

Advertisement

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur langsung mengambil langkah darurat melalui penetapan instruksi resmi di daerah.

"Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan selama 28 hari, mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026," bunyi pengumuman resmi Pemkab Kotim demi mempercepat intervensi serta penanganan karhutla di lapangan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hujan Datang di Kotim, Hotspot Turun, Tapi Kawasan Pesisir dan Bawah Tanah Gambut Masih Membara

Hujan Datang di Kotim, Hotspot Turun, Tapi Kawasan Pesisir dan Bawah Tanah Gambut Masih Membara

Angka pemantauan titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data terbaru BM

Korupsi Dana Hibah KPU Kotim: Kejati Garap 24 Saksi, Kerugian Negara Ditaksir Rp10 Miliar

Korupsi Dana Hibah KPU Kotim: Kejati Garap 24 Saksi, Kerugian Negara Ditaksir Rp10 Miliar

Penyidik Kejati Kalteng memeriksa saksi dugaan korupsi KPU Kotim.(Penkum)

Hujan Mulai Mengintai Kotim, Risiko Karhutla Diprediksi Turun Drastis!

Hujan Mulai Mengintai Kotim, Risiko Karhutla Diprediksi Turun Drastis!

Peta informasi prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotawaringin Timur menunjukkan potensi hujan tinggi. (BMKG)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer