Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Balikpapan Luncurkan Layanan Sewa Gedung Serba-Digital

W
Photo
Photo

BALIKPAPAN — Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan kembali melaju. Setelah mengembangkan berbagai layanan berbasis teknologi, kini Pemkot resmi memperkenalkan sistem penyewaan gedung pemerintah secara daring melalui situs Balikpapan.go.id. Inovasi ini dinilai sebagai lompatan penting dalam mewujudkan tata kelola aset publik yang efisien, transparan, dan ramah pengguna. 


Advertisement

Program tersebut berada di bawah pengelolaan UPTD Pengelolaan dan Perawatan Gedung di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Kepala BKAD, Agus Budi, menjelaskan bahwa sistem digital ini dirancang untuk memangkas proses pemesanan yang sebelumnya serba manual dan membutuhkan kedatangan langsung ke kantor pelayanan.

“Sekarang semuanya lebih ringkas. Masyarakat dapat melihat ketersediaan jadwal, tarif, hingga jenis gedung yang ingin disewa langsung dari rumah. Cukup buka Balikpapan.go.id, sudah ada aplikasi penyewaannya,” ujar Agus.

Melalui platform ini, publik bisa mengakses sejumlah gedung ikonik milik pemerintah—mulai dari BSCC Dome, Gedung Kesenian Balikpapan (GKB), Balikpapan Islamic Center (BIC), hingga Stadion Utama Batakan. Informasi ditampilkan secara real time sehingga calon penyewa dapat langsung mengetahui apakah tanggal acara yang diinginkan masih tersedia. “Setelah mengecek jadwal di web, masyarakat tinggal menghubungi admin untuk mengonfirmasi. Prosesnya lebih cepat dan jelas, tidak ada lagi bolak-balik hanya untuk menanyakan ketersediaan,” tambahnya. 

Advertisement

Agus mengakui, tingginya kebutuhan warga terhadap fasilitas gedung pemerintah menjadi alasan utama percepatan digitalisasi sistem sewa. GKB masih menjadi primadona untuk resepsi pernikahan, sementara BSCC Dome terus diburu untuk kegiatan pemerintahan, konser, hingga event besar. Bahkan, agenda penyewaan tahun 2026 dikabarkan mulai penuh.

Dengan tren tersebut, UPTD dituntut menerapkan manajemen aset yang lebih profesional. Sistem sewa digital dinilai mampu memotong antrean, mengurangi potensi kesalahan pencatatan, dan mempercepat proses administrasi. “Kami ingin seluruh layanan berjalan efisien dan akuntabel. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melihat mekanisme pemesanan secara terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Agus.

Pemkot Balikpapan berharap sistem ini dapat menjadi model pelayanan berbasis teknologi untuk unit pengelolaan aset lainnya. Dengan digitalisasi yang semakin merata, kota diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif sekaligus meningkatkan nilai pemanfaatan aset daerah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan meraih penghargaan dari Google Indonesia atas inisiatif pelatihan teknologi bagi

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Balikpapan berlangsung tanpa aksi demonstrasi di jalan. Ratusan pekerja justru memilih pendekata

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer