Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran Disdag Balikpapan Dipangkas Lebih 50 Persen, Program Difokuskan untuk Masyarakat

W
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan prioritas utama kini diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan prioritas utama kini diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Advertisement

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN — Dinas Perdagangan Kota Balikpapan (Disdag) menghadapi tantangan besar pada tahun anggaran 2026 setelah mengalami pemangkasan anggaran lebih dari 50 persen. Dari sebelumnya sekitar Rp65 miliar pada 2025, anggaran yang kini dikelola hanya tersisa sekitar Rp34 miliar.

Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan kondisi tersebut memaksa pihaknya melakukan penyesuaian signifikan terhadap berbagai program kerja. Ia menegaskan bahwa prioritas utama kini diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Advertisement

“Dengan keterbatasan anggaran ini, kami memprioritaskan program yang benar-benar dirasakan masyarakat, seperti pasar murah dan pemeliharaan pasar,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Haemusri menjelaskan, sebagian besar anggaran yang tersedia terserap untuk belanja rutin, terutama gaji pegawai yang mencapai sekitar Rp30 miliar. Kondisi ini membuat ruang fiskal untuk program lain menjadi sangat terbatas.

Sementara itu, anggaran untuk pemeliharaan pasar hanya dialokasikan sekitar Rp3,5 miliar yang digunakan untuk mendukung operasional dan perbaikan 12 pasar yang berada di bawah pengelolaan Disdag. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan tersebut agar aktivitas perdagangan tetap berjalan lancar dan fasilitas pasar tetap layak digunakan oleh pedagang maupun masyarakat.

Advertisement

Dalam situasi keterbatasan ini, Disdag memastikan tidak ada pembangunan fisik baru pada tahun 2026. Seluruh kegiatan infrastruktur difokuskan pada pemeliharaan fasilitas yang sudah ada.

“Untuk pembangunan fisik tahun ini tidak ada, hanya pemeliharaan,” tegasnya.

Selain itu, Disdag juga melakukan langkah efisiensi dengan memangkas anggaran perjalanan dinas dari Rp300 juta menjadi Rp150 juta. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah yang terbatas.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Disdag Balikpapan berupaya menjaga kinerja sektor perdagangan tetap optimal, terutama dalam menjamin distribusi barang kebutuhan pokok serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. (adv/kominfobpn)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan meraih penghargaan dari Google Indonesia atas inisiatif pelatihan teknologi bagi

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Balikpapan berlangsung tanpa aksi demonstrasi di jalan. Ratusan pekerja justru memilih pendekata

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer