Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jaga Ketertiban Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan Intensifkan Razia di Balikpapan

W
Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono.
Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono.

Advertisement

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Selama bulan Ramadan, suasana di sejumlah sudut Balikpapan tak hanya dipenuhi aktivitas ibadah dan geliat ekonomi, tetapi juga meningkatnya kehadiran anak jalanan dan orang terlantar di ruang publik. Kondisi ini mendorong Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan untuk memperketat patroli demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Patroli dilakukan secara rutin di titik-titik yang dianggap rawan, seperti persimpangan jalan, kawasan pusat kota, hingga lokasi yang ramai aktivitas warga menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran petugas menjadi upaya preventif agar aktivitas meminta-minta tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.

Advertisement

Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono, mengungkapkan bahwa momen Ramadan kerap dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk mencari penghasilan instan di jalanan. Fenomena ini, menurutnya, bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum jika tidak ditangani dengan baik.

“Setiap Ramadan biasanya ada peningkatan aktivitas anak jalanan yang meminta-minta. Ini yang kami awasi agar tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.

Namun, ia juga mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua wilayah dapat terpantau secara maksimal setiap saat. Karena itu, Satpol PP mengandalkan laporan masyarakat sebagai “mata tambahan” di lapangan.

Advertisement

Partisipasi warga dinilai sangat krusial. Dengan adanya laporan cepat, petugas dapat segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penertiban. Pemerintah pun membuka akses pengaduan melalui layanan call center agar respon bisa lebih sigap dan terkoordinasi.

Menariknya, penanganan yang dilakukan tidak berhenti pada penertiban semata. Setelah diamankan, anak jalanan maupun orang terlantar akan diserahkan ke Dinas Sosial Kota Balikpapan untuk mendapatkan pembinaan dan penanganan lebih lanjut.

Tak hanya itu, laporan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) juga cukup mendominasi. Dalam kasus seperti ini, petugas biasanya melakukan pengamanan terlebih dahulu untuk memastikan keselamatan yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar, sebelum akhirnya ditangani oleh instansi terkait.

Dari hasil pemantauan, kawasan Balikpapan Kota menjadi salah satu titik yang paling sering ditemukan aktivitas tersebut. Meski demikian, patroli akan terus digencarkan di seluruh wilayah sebagai langkah antisipatif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan meraih penghargaan dari Google Indonesia atas inisiatif pelatihan teknologi bagi

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Balikpapan berlangsung tanpa aksi demonstrasi di jalan. Ratusan pekerja justru memilih pendekata

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer