Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Lebaran, Sampah Balikpapan Diprediksi Melonjak hingga 800 Ton per Hari

W
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana.

Advertisement

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Menjelang perayaan Idul Fitri, Pemerintah Kota Balikpapan bersiap menghadapi lonjakan signifikan volume sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, produksi sampah harian saat ini berada di kisaran 550 ton, dengan sekitar 380 hingga 400 ton di antaranya berakhir di TPA Manggar.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa sebagian sampah sebenarnya telah berhasil ditekan melalui berbagai sistem pengolahan. Sekitar 120 ton per hari dapat dikurangi lewat fasilitas seperti TPST, ITF, MRF, serta upaya pemilahan dari rumah tangga dan sekolah.

Advertisement

Namun, situasi berbeda diperkirakan terjadi menjelang Lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan volume sampah mulai terasa sejak H-2 hingga H+1, dengan puncak tertinggi terjadi pada malam takbiran.

“Pada malam takbiran, volume sampah bisa mendekati 800 ton per hari. Ini menjadi titik paling kritis yang harus kami antisipasi,” ujarnya.

Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari belanja kebutuhan Lebaran, persiapan makanan, hingga tingginya konsumsi rumah tangga. Kondisi ini membuat produksi sampah, terutama sampah organik dan plastik sekali pakai, meningkat tajam dalam waktu singkat.

Advertisement

Untuk mengantisipasi hal tersebut, DLH telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan meningkatkan ritase atau frekuensi pengangkutan sampah. Jika dalam kondisi normal satu armada hanya beroperasi dua kali sehari, maka menjelang Lebaran dapat ditingkatkan hingga empat sampai enam kali, tergantung kondisi di lapangan.

Selain itu, jam kerja petugas kebersihan juga akan diperpanjang melalui sistem lembur. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak terjadi penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS), terutama di kawasan padat penduduk.

Meski berbagai langkah teknis telah disiapkan, Sudirman menegaskan bahwa peran masyarakat tetap menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan sampah. Ia mengingatkan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membuang sampah pada tempatnya.

Menariknya, aktivitas Pasar Ramadan disebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan sampah karena sudah dilengkapi sistem pengelolaan tersendiri. Sebaliknya, lonjakan justru didominasi dari sektor rumah tangga saat perayaan Lebaran.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Disdikbud Balikpapan Raih Apresiasi Google Indonesia, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan meraih penghargaan dari Google Indonesia atas inisiatif pelatihan teknologi bagi

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

May Day di Balikpapan Tanpa Aksi Jalanan, Buruh dan Pemerintah Pilih Dialog Terbuka

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Balikpapan berlangsung tanpa aksi demonstrasi di jalan. Ratusan pekerja justru memilih pendekata

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

DLH Balikpapan Tekankan Edukasi Lingkungan di Penutupan Pekan Lomba Bhayangkari 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer