Kaltim Darurat Kekeringan dan Karhutla, PW Muhammadiyah Kaltim Serukan Aksi hingga Salat Istisqa

SAMARINDA- Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dalam beberapa bulan terakhir memicu situasi kritis. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di sebagian besar wilayah Kaltim berada jauh di bawah normal. Kondisi ekstrem ini memicu maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Menanggapi krisis lingkungan dan kemanusiaan tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur menerbitkan seruan resmi yang mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mengambil langkah nyata, baik secara fisik, spiritual, maupun sosial.
1. Tanggap Darurat dan Aksi Kemanusiaan Berbasis Fikih Kebencanaan
Ketua PWM Kaltim, KH. Muhammad Jafron, menegaskan bahwa penanganan krisis ini merupakan kewajiban bersama. "Muhammadiyah memandang bencana kekeringan dan karhutla ini sebagai musibah yang memerlukan respons cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Berdasarkan Fikih Kebencanaan, pemberian pertolongan kepada korban bencana adalah kewajiban kelompok masyarakat yang berkelebihan sumber daya, bukan sekadar rasa kasihan," ujar KH. Muhammad Jafron.
Seluruh elemen Muhammadiyah di Kaltim — mulai dari Lazismu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Aisyiyah, hingga tingkatan cabang dan ranting — diminta untuk segera bergerak aktif di lapangan dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan. Kemudian bersama masyarakat dan pihak terkait melakukan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla. Lalu mendirikan posko-posko kesehatan dan logistik bagi warga yang terdampak asap dan kekurangan pangan.
2. Peluncuran Gerakan Shodaqoh Air
Selain aksi darurat, Muhammadiyah Kaltim juga meluncurkan Gerakan Shodaqoh Air untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
"Dalam kerangka Fikih Air, air merupakan kebutuhan pokok (basic need) dan hak asasi manusia yang wajib dipenuhi. Gerakan Shodaqoh Air ini sejalan dengan nilai al-Mā’ūn yang menjadi ruh amal usaha Muhammadiyah," jelas Sekretaris PWM Kaltim, H. Amir Hady.
Ia juga menambahkan imbauan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan lebih. "Masyarakat yang memiliki kelebihan sumber daya — baik air, sumur bor, tangki air, maupun dana — kami minta untuk berkontribusi. Semua bantuan agar dikoordinasikan melalui MDMC atau Lazismu PWM Kaltim agar tepat sasaran," tambahnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




