Muhammadiyah Kaltim Serukan Gerakan Air Bersih Hadapi Kekeringan dan Karhutla

PROKAL.CO, SAMARINDA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur menyerukan gerakan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Seruan itu disampaikan PWM Kaltim menyusul kemarau panjang yang dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan curah hujan di sejumlah wilayah Kaltim berada pada tingkat rendah hingga sangat rendah. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Ketua PWM Kaltim KH Muhammad Jafron dan Sekretaris PWM Kaltim H Amir Hady melalui pernyataan tertanggal 2 September 2026 meminta seluruh unsur Muhammadiyah mengambil bagian dalam penanganan dampak kekeringan dan karhutla.
“Seluruh unsur Muhammadiyah diminta mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak, membantu upaya pencegahan dan pemadaman karhutla bersama masyarakat dan pihak terkait, serta menyiapkan posko kesehatan dan logistik bagi warga yang terdampak asap dan kekurangan pangan,” jelas H Amir Hady.
Unsur Muhammadiyah yang diminta terlibat antara lain Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Aisyiyah, serta pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
Gerakan Sedekah Air
PWM Kaltim juga menyerukan Gerakan Shodaqoh Air untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Gerakan tersebut diarahkan untuk menggalang dan menyalurkan air secara sukarela kepada warga yang membutuhkan.
Masyarakat maupun pihak lain yang memiliki sumber daya, seperti sumur bor, tangki air, persediaan air, ataupun dana, diajak berpartisipasi. Bantuan tersebut diminta dikoordinasikan melalui MDMC atau Lazismu PWM Kaltim agar penyalurannya tepat sasaran.
“Muhammadiyah menempatkan air sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Pandangan tersebut merujuk pada Fikih Air hasil Munas Tarjih ke-28,” jelas H Amir Hady.
Selain bantuan jangka pendek, Muhammadiyah juga mengingatkan pentingnya konservasi dan pengelolaan lingkungan untuk menghadapi risiko kekeringan dan bencana ekologis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




