Refleksi tentang Perjalanan Hidup, Pengabdian, dan Makna Menjadi Manusia yang Bermanfaat

Catatan: Dr Irianto Lambrie
(Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center/BPIC Kaltim)
PROKAL.CO-Ada masa ketika kita begitu bersemangat mengejar cita-cita, membangun karier, meraih kepercayaan, dan membuktikan bahwa kita mampu melakukan sesuatu yang berarti bagi banyak orang.
Saya pun menjalani perjalanan itu dengan segala dinamika dan pembelajaran yang menyertainya.
Sejak aktif dalam organisasi kepemudaan, memasuki dunia politik, hingga memperoleh amanah dalam pemerintahan, saya belajar bahwa setiap tahapan kehidupan menghadirkan tanggung jawab yang berbeda.
Kini, ketika menengok kembali perjalanan tersebut, saya merasa ada satu pertanyaan mendasar yang patut terus kita ajukan kepada diri sendiri, yaitu setelah sekian banyak yang kita lakukan dan capai, sebenarnya apa yang membuat hidup kita bernilai?
Perjalanan pengabdian saya dimulai dari dunia organisasi kepemudaan, tempat saya belajar mengenal arti kebersamaan, perbedaan pendapat, dan tanggung jawab terhadap kepentingan yang lebih besar daripada diri sendiri.
Pengalaman berorganisasi, termasuk keterlibatan dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Timur (Kaltim), memberikan pelajaran tentang pentingnya membangun kepercayaan dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Perjalanan itu kemudian berlanjut ke dunia politik, termasuk ketika saya dipercaya menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Berbagai pengalaman tersebut memperluas pandangan saya bahwa pengabdian selalu menuntut kesediaan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



